Britainaja – Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 yang mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit campak. Langkah ini muncul setelah kasus meninggalnya dokter muda di Cianjur, Jawa Barat.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan pentingnya tindakan cepat di lapangan. Fasilitas kesehatan harus melakukan skrining dan triase sejak dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.
Tenaga medis juga wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan dan segera melapor jika menemukan gejala campak. Kemenkes menetapkan batas waktu pelaporan maksimal 24 jam melalui sistem surveilans nasional.
Lonjakan mobilitas masyarakat saat momen hari raya meningkatkan risiko penularan campak. Aktivitas berkumpul dan perjalanan antar daerah mempermudah penyebaran virus, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.
Tenaga kesehatan menjadi kelompok paling rentan karena sering berinteraksi langsung dengan pasien. Karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya perlindungan ekstra di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
Data terbaru hingga minggu ke-11 tahun 2026 mencatat 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi. Kasus sempat menyentuh 2.740 di awal tahun dan kini menurun menjadi 177 kasus.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah menjalankan program imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) di 102 kabupaten/kota dengan target anak usia 9–59 bulan.
Kasus dokter yang meninggal melibatkan pria berinisial AMW (26), dokter internship di RSUD Cimacan, Cianjur. Ia mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas berat. Investigasi awal menunjukkan campak dengan komplikasi pneumonia yang memperparah kondisi hingga berujung kematian meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal.
Para ahli menekankan pentingnya vaksinasi campak, tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan. Dua dosis vaksin MMR umumnya memberikan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup. (Tim)






