Doa Khutbah Idul Fitri yang Menyentuh Hati, Penutup Khutbah yang Bikin Jemaah Haru

Doa Haru Penutup Khutbah yang Menyentuh Hati Jemaah

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doa Khutbah Idul Fitri yang Menyentuh Hati Bacaan Penutup yang Sering Membuat Jemaah Menangis.(Ilustrasi dibuat AI)

Doa Khutbah Idul Fitri yang Menyentuh Hati Bacaan Penutup yang Sering Membuat Jemaah Menangis.(Ilustrasi dibuat AI)

Britainaja – Hari Raya Idul Fitri selalu menghadirkan suasana haru bagi umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, banyak orang merasakan kelegaan sekaligus rasa syukur saat menunaikan shalat Id.

Di akhir khutbah Idul Fitri, khatib biasanya memanjatkan doa yang penuh harapan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Suasana masjid atau lapangan sering menjadi hening ketika doa dibacakan. Banyak jemaah menundukkan kepala, bahkan meneteskan air mata karena kata-kata doa menyentuh hati.

Doa tersebut mengingatkan tentang dosa, kematian, kasih sayang orang tua, serta harapan agar Allah menerima seluruh amal ibadah selama bulan Ramadhan.

Berikut contoh doa khutbah Idul Fitri yang sering dibacakan oleh para khatib.

Doa Khutbah Idul Fitri

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا وَتِلَاوَتَنَا لِكِتَابِكَ الْكَرِيمِ

Allahumma taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa ruku’ana wa sujudana wa tilawatana likitabikal karim.

Artinya:
“Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, rukuk dan sujud kami, serta bacaan Al-Qur’an kami.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ

Allahummaj‘alna minal ‘aidina wal faizin.

Artinya:
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan meraih kemenangan.”

Baca Juga :  Ini Kumpulan Doa Idul Fitri Lengkap: Amalan, Ucapan, dan Keutamaannya

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا

Allahummaghfir lana dzunubana kullaha, diqqaha wa jillaha, awwalaha wa akhiraha.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami, yang kecil maupun besar, yang terdahulu maupun yang akan datang.”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Allahummaghfir liwalidayna warhamhuma kama rabbayana shighara.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil.”

Doa Haru Penutup Khutbah Idul Fitri

Ya Allah…
Jika Ramadhan ini menjadi Ramadhan terakhir kami, jadikanlah ia Ramadhan terbaik dalam hidup kami.

Jika Engkau masih memberi kami umur, pertemukan kami kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan lebih taat kepada-Mu.

Ya Allah…
Ampuni dosa-dosa yang sering kami ulangi.
Ampuni kelalaian kami dalam beribadah.
Lembutkan hati kami agar selalu mengingat-Mu.

Ya Allah…
Panjangkan umur orang tua kami dalam kebaikan.
Bagi mereka yang telah Engkau panggil, lapangkan kuburnya dan tempatkan mereka di surga-Mu.

Baca Juga :  Doa Akhir Ramadhan Rasulullah SAW dan Amalan yang Dianjurkan

Ya Allah…
Jadikan hari raya ini sebagai hari pengampunan bagi kami, bukan sekadar perayaan.

Jangan biarkan kami kembali pada dosa setelah Ramadhan berlalu.

Rabbana taqabbal minna innaka antas sami‘ul ‘alim.
Wa tub ‘alaina innaka antat tawwabur rahim.

Artinya:
“Wahai Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Mengapa Doa Khutbah Idul Fitri Sering Membuat Jemaah Menangis?

Doa penutup khutbah Idul Fitri sering menyentuh hati karena mengingatkan umat pada perjalanan spiritual selama Ramadhan.

Di momen tersebut, banyak orang merenungkan waktu yang begitu cepat berlalu, dosa yang pernah dilakukan, serta harapan agar Allah menerima amal ibadah yang telah dijalankan.

Karena itulah, tidak sedikit jemaah yang terharu hingga meneteskan air mata ketika khatib memanjatkan doa.

Idul Fitri akhirnya bukan sekadar hari kemenangan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan. **

Berita Terkait

Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anak, Bolehkah? Simak Aturan Lengkapnya
Jejak Cinta Nabi Adam dan Hawa: Mengapa Padang Arafah Begitu Sakral?
Panduan Lengkap Doa Wudhu: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Seni Menjaga Lisan: Rahasia Imam Al-Ghazali Menata Hati Lewat Kata
Doa Sedekah Subuh di Rumah agar Rezeki Mengalir Deras & Berkah
Inilah Makna dan Keutamaan Luar Biasa Mati Syahid
Mengapa Rasulullah SAW Menunda Haji? Alasan Haru di Balik Haji Wada
Sholawat Adrikni: Senjata Langit Saat Hati Terhimpit dan Butuh Pertolongan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:00 WIB

Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anak, Bolehkah? Simak Aturan Lengkapnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jejak Cinta Nabi Adam dan Hawa: Mengapa Padang Arafah Begitu Sakral?

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:00 WIB

Panduan Lengkap Doa Wudhu: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

Seni Menjaga Lisan: Rahasia Imam Al-Ghazali Menata Hati Lewat Kata

Kamis, 30 April 2026 - 05:00 WIB

Doa Sedekah Subuh di Rumah agar Rezeki Mengalir Deras & Berkah

Berita Terbaru