Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Limbah Jambi yang Mendunia

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Britainaja – Bagi sebagian orang, tumpukan kulit kopi di Kerinci atau daun nanas yang mengering di Muaro Jambi mungkin hanya merusak pemandangan. Namun, di tangan para eksportir dan inovator, “sampah” ini justru bertransformasi menjadi produk premium yang di buru pembeli dari Amerika Serikat hingga Hongkong.

Provinsi Jambi kini berada di posisi strategis. Kekayaan alamnya tidak lagi hanya soal komoditas utama, melainkan juga sisa produksinya. Dari kulit ikan hingga sabut kelapa, limbah yang dulu di buang cuma-cuma kini memiliki label harga yang fantastis di pasar internasional.

Siapa sangka kulit kopi atau cascara yang mencakup hampir setengah dari berat buah kopi memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi? Di sentra kopi Kerinci dan Kota Sungai Penuh, limbah ini mulai di kelola menjadi minuman fungsional.

Penelitian terbaru membuktikan ekstrak kulit kopi mampu menghambat enzim pemicu alergi. Tak heran jika di pasar domestik, teh cascara di banderol sekitar Rp40 ribu per kemasan. Angkanya melonjak tajam saat menyentuh pasar luar negeri. Laporan menunjukkan harga cascara bisa menembus 70 dolar AS (sekitar Rp1,1 juta) per kilogram di pasar global. Pengolahan ini juga efektif memangkas volume limbah hingga 90 persen.

Baca Juga :  Oppo A5i Pro 5G Resmi Rilis, Usung Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz

Jambi juga punya kekuatan di sektor nanas, khususnya di Kota Jambi dan Muaro Jambi. Daun nanas yang biasanya di biarkan membusuk kini di olah menjadi Pineapple Leaf Fiber (PALF). Serat ini merupakan material tekstil berkelanjutan yang sangat diminati industri fashion ramah lingkungan. Harganya? Bisa mencapai lebih dari Rp200 ribu per kilogram.

Di sisi lain, industri sawit menyumbang Palm Kernel Expeller (PKE). Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi PKE nasional mencapai 4,6 juta ton per tahun. Sayangnya, sebagian besar justru di ekspor ke Belanda, China, dan Korea Selatan sebagai bahan baku pakan ternak. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi industri pengolahan dalam negeri untuk mengoptimalkan nilai tambahnya sebelum di kirim ke luar.

Beralih ke sektor perikanan, kulit ikan pari Jambi menawarkan eksklusivitas. Meski hanya menyumbang satu persen dalam industri kulit dunia, kekuatannya yang luar biasa membuat kulit pari menjadi bahan baku tas dan sepatu premium. Di galeri mewah, produk olahan kulit pari ini di hargai puluhan hingga ratusan dolar AS per unit.

Baca Juga :  Daftar Kode Redeem FC Mobile 29 Januari 2026: Klaim Pemain Gratis Sekarang!

Terakhir adalah sabut kelapa atau cocofiber dari Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Di pasar ekspor, terutama untuk kelapa organik, harga cocofiber berkisar antara 200 hingga 400 dolar AS per ton. Produk ini menjadi primadona untuk bahan baku matras dan karpet di negara-negara maju yang mulai meninggalkan bahan sintetis.

Menuju Ekonomi Sirkular di Jambi

Potensi besar ini menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah yang tepat adalah kunci ekonomi baru. Agar “harta karun” ini benar-benar naik kelas, Jambi memerlukan sentuhan teknologi pengolahan dan kebijakan yang mendukung hilirisasi. Dengan begitu, petani tidak hanya bergantung pada hasil panen utama, tetapi juga mendapat cuan tambahan dari sisa produksi yang dulunya dianggap tak berarti. (Tim)

Berita Terkait

Bupati dan Wabup Kerinci Berbagi Tugas, Pakar Politik Unja Tegaskan Pemerintahan Tetap Solid
Beredar Surat Daring Palsu Gubernur Jambi, Pemprov Pastikan Hoaks!
Bahaya Kabut Asap: Gubernur Jambi Hentikan Sekolah Tatap Muka, Siswa Belajar Daring
Gubernur Al Haris Lantik 31 Kepala SMA-SMK dan 12 Pejabat Fungsional, Berikut Nama-namanya
Kabut Asap Karhutla Memburuk, Pemprov Jambi Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah
Siswa SMAN 1 Sarolangun Tampar Pejabat Lewat Teatrikal PETI
Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2026: Cukup Bayar 1 Tahun, Bebas Denda
Achmad Fachri Mubarok: Siswa SMKN 1 Kota Jambi Sukses Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Bupati dan Wabup Kerinci Berbagi Tugas, Pakar Politik Unja Tegaskan Pemerintahan Tetap Solid

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Beredar Surat Daring Palsu Gubernur Jambi, Pemprov Pastikan Hoaks!

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Bahaya Kabut Asap: Gubernur Jambi Hentikan Sekolah Tatap Muka, Siswa Belajar Daring

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Gubernur Al Haris Lantik 31 Kepala SMA-SMK dan 12 Pejabat Fungsional, Berikut Nama-namanya

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Pemprov Jambi Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Menemukan Peluang Usaha. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Menemukan Peluang Usaha Yang Tepat dan Strategi Memulainya

Senin, 7 Sep 2026 - 14:07 WIB

Ilustrasi - Cara Banding Akun WhatsApp Diblokir. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Mengajukan Banding Akun WhatsApp Anda Tiba-Tiba Diblokir

Senin, 7 Sep 2026 - 12:02 WIB

Ilustrasi - Cara Menciptakan Peluang Usaha. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Menciptakan Peluang Usaha Paling Potensial untuk Pemula

Senin, 7 Sep 2026 - 08:03 WIB