Britainaja – Lebaran selalu identik dengan hidangan lezat seperti kue manis, opor, dan rendang. Namun, di balik kenikmatan tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu kamu perhatikan, terutama jika memiliki diabetes atau hipertensi.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Yosua Marulitua Manullang, mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dalam waktu singkat dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis. Kondisi ini berisiko menyebabkan hiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang melebihi batas normal.
Gejala hiperglikemia biasanya muncul saat gula darah melampaui 200 mg/dL, seperti pusing dan sakit kepala yang mengganggu aktivitas.
Tak hanya itu, hidangan khas Lebaran yang gurih dan bersantan juga bisa meningkatkan tekanan darah. Menu seperti opor, ketupat, hingga sambal goreng berpotensi memperburuk kondisi bagi penderita hipertensi, terutama jika di konsumsi berlebihan.
Pola makan tinggi garam dan lemak mempercepat kenaikan tekanan darah. Gejalanya bisa berupa pusing, nyeri kepala, dan rasa tidak nyaman di area tengkuk.
Bahkan bagi orang sehat, makan berlebihan setelah sebulan berpuasa dapat memicu gangguan pencernaan. Perut bisa terasa kembung, begah, hingga nyeri di ulu hati, terutama jika memiliki riwayat asam lambung.
Tips Aman Makan Saat Lebaran
Batasi konsumsi makanan manis dan bersantan
Hindari makan dalam porsi besar sekaligus
Pilih makanan dengan kadar garam dan lemak rendah
Beri jeda waktu makan agar sistem pencernaan tetap stabil
Menikmati hidangan Lebaran tetap bisa di lakukan, asalkan kamu mengontrol porsi dan memilih makanan dengan bijak. (Tim)















