Britainaja – Langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh untuk melakukan penertiban dan penataan di Pasar Tanjung Bajure, mendapatkan dukungan yang kuat dan respon positif dari masyarakat.
Hal ini terlihat dari tanggapan sejumlah warga, khususnya dari kalangan ibu-ibu rumah tangga atau “mak-mak”, ia menilai kebijakan seperti ini sangat penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan saat berbelanja di pasar tradisional kebanggaan tersebut.
Resfita, salah seorang warga Sungai Bungkal mengatakan penertiban dan penataan ulang pedagang memang sangat dibutuhkan.
Menurutnya, kondisi pasar yang semrawut dan banyaknya pedagang yang berjualan diatas trotoar bahkan hingga ke badan jalan, membuat aktivitas belanja dan jual beli menjadi kurang nyaman. Dirinya berharap penataan dan penertiban ini bisa memberikan perubahan yang nyata bagi masyarakat.
“Supaya kami belanja di Pasar Tanjung Bajure lebih nyaman dan aman, kami mendukung upaya pemerintah untuk menata pedagang yang selama ini berjualan sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Hal yng sama juga disampaikan Jumiati, warga Sungai Penuh. Ia menilai penataan pasar dan penertiban pedagang memang sudah lama diharapkan masyarakat. Kondisi pasar yang tidak tertata dinilai kerap memicu kemacetan, terutama di titik-titik padat aktivitas.
Menurutnya, salah satu titik paling krusial adalah di depan SD Negeri 2 Sungai Penuh. Banyaknya pedagang yang berjualan diatas trotoar, bahkan hingga ke area jalan membuat arus lalu lintas terganggu, terutama saat jam sibuk di pagi dan siang hari ketika orang tua mengantar dan menjemput anak ke sekolah.
“Memang perlu ditertibkan. Salah satunya di depan SD Negeri 2 Sungai Penuh pedagang sudah terlalu banyak, sehingga sering menyebabkan kemacetan saat pagi dan siang hari,” jelasnya.
Sementara itu di sisi lain, pelaku usaha di sekitar pasar juga memberikan catatan penting kepada pemerintah Kota Sungai Penuh. Mereka berharap penertiban pasar tidak hanya berhenti pada penataan pedagang, tetapi juga diikuti dengan langkah serius dalam memberantas praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan internal.
Menurut sumber dari kalangan pelaku usaha, pungli yang terjadi pada sektor retribusi parkir dan terminal di sekitar Pasar Tanjung Bajure tentunya masih menjadi persoalan serius. Karena jika tidak ditangani dengan tegas, mereka menilai upaya menciptakan pasar yang tertib, aman, dan nyaman akan sulit bertahan dalam jangka panjang. (Tim)















