Update Terbaru, Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Respons positif dari Iran membuka peluang kapal RI segera keluar dari Selat Hormuz.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. (KOMPAS.com)

Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. (KOMPAS.com)

Britainaja – Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat seiring potensi keterlibatan langsung Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Amerika Serikat dikabarkan menyiapkan strategi baru, termasuk opsi operasi darat di wilayah konflik.

Iran menanggapi rencana tersebut dengan tegas. Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk serangan darat dari AS dan Israel. Ia bahkan menilai langkah itu sebagai kesalahan besar yang bisa berujung pada kekalahan pihak lawan.

Baca Juga :  Barcelona Bungkam Dortmund 4-0 di Liga Champions

Di tengah situasi yang memanas, dampak konflik turut dirasakan Indonesia. Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Keduanya mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan memilih berhenti sementara demi menghindari risiko serangan.

Langkah ini diambil setelah insiden serangan rudal terhadap kapal tanker Amerika Serikat di Selat Hormuz pada pertengahan Maret 2026. Demi keselamatan, kapal Indonesia belum bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari solusi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Iran terus berjalan untuk memastikan kapal bisa segera melintas dengan aman.

Baca Juga :  Indonesia–Malaysia Sepakat Redakan Konflik Timur Tengah

Kementerian Luar Negeri RI juga aktif menjalin komunikasi melalui Kedutaan Besar di Teheran. Hasilnya mulai terlihat positif. Iran memberikan respons baik dan membuka peluang penyelesaian, yang kini memasuki tahap teknis dan operasional.

Pemerintah berharap kedua kapal dapat segera kembali dan memastikan pasokan energi nasional tetap aman. (Tim)

Berita Terkait

Profil Robert Leonard Marbun, Yang Dilantik Jadi Sekjen Kemenkeu
Senegal Banding ke CAS Usai Gelar Piala Afrika Dicabut Maroko
Jadwal Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa: 16 Tim Berebut 4 Tiket Terakhir
Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS di Teluk
Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Masa Depan Masih Misterius
Trump Ungkap Rencana Ambil Uranium Iran Jika Kesepakatan Tercapai
Lonjakan Harga Bensin AS 75% Disorot, Trump Disalahkan Schumer
Iran Tunjukkan Kekuatan Militer Baru di Tengah Konflik dengan Israel dan AS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:00 WIB

Update Terbaru, Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:00 WIB

Profil Robert Leonard Marbun, Yang Dilantik Jadi Sekjen Kemenkeu

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:00 WIB

Senegal Banding ke CAS Usai Gelar Piala Afrika Dicabut Maroko

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00 WIB

Jadwal Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa: 16 Tim Berebut 4 Tiket Terakhir

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:00 WIB

Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS di Teluk

Berita Terbaru

Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. (KOMPAS.com)

Internasional

Update Terbaru, Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Mar 2026 - 22:00 WIB

mobil listrik. (Foto: Aionindonesia)

Otomotif

AION Permudah Mobil Listrik untuk Hidup Urban

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:00 WIB