Britainaja – Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat seiring potensi keterlibatan langsung Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Amerika Serikat dikabarkan menyiapkan strategi baru, termasuk opsi operasi darat di wilayah konflik.
Iran menanggapi rencana tersebut dengan tegas. Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk serangan darat dari AS dan Israel. Ia bahkan menilai langkah itu sebagai kesalahan besar yang bisa berujung pada kekalahan pihak lawan.
Di tengah situasi yang memanas, dampak konflik turut dirasakan Indonesia. Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Keduanya mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan memilih berhenti sementara demi menghindari risiko serangan.
Langkah ini diambil setelah insiden serangan rudal terhadap kapal tanker Amerika Serikat di Selat Hormuz pada pertengahan Maret 2026. Demi keselamatan, kapal Indonesia belum bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.
Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari solusi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Iran terus berjalan untuk memastikan kapal bisa segera melintas dengan aman.
Kementerian Luar Negeri RI juga aktif menjalin komunikasi melalui Kedutaan Besar di Teheran. Hasilnya mulai terlihat positif. Iran memberikan respons baik dan membuka peluang penyelesaian, yang kini memasuki tahap teknis dan operasional.
Pemerintah berharap kedua kapal dapat segera kembali dan memastikan pasokan energi nasional tetap aman. (Tim)















