Tanda Lailatul Qadar Menurut Hadis: Malam Tenang dan Matahari Pagi Tak Menyilaukan

Hadis Nabi menyebut Lailatul Qadar ditandai malam yang tenang dan sejuk serta matahari terbit dengan cahaya lembut.

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tanda-tanda Lailatul Qadar.(canva.com)

Ilustrasi Tanda-tanda Lailatul Qadar.(canva.com)

BritainajaLailatul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Al-Qur’an menyebut malam ini lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat, keberkahan, serta ampunan bagi hamba yang beribadah.

Banyak umat Islam berusaha meraih keutamaan malam ini, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan beberapa tanda yang bisa dirasakan ketika Lailatul Qadar datang.

Malam Terasa Tenang dan Sejuk

Salah satu tanda Lailatul Qadar yaitu suasana malam yang terasa sangat tenang, damai, dan menyejukkan. Malam itu tidak terasa panas dan tidak pula dingin.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ

Artinya:
“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin.”

Suasana tersebut membuat hati terasa nyaman dan khusyuk saat menjalankan ibadah malam.

Baca Juga :  Penumpang Tuli Dipaksa Turun dari Frontier Airlines, Maskapai Beri Pembelaan Berbeda

Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan

Tanda lain terlihat pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya lembut dan tidak menyilaukan.

Dalam hadis riwayat Muslim dari Ubay bin Ka’ab disebutkan:

أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya:
“Pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim)

Riwayat lain dari Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi juga menjelaskan bahwa matahari pagi tampak putih lembut tanpa cahaya yang menyengat.

Penjelasan Ulama

Sejumlah ulama menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi pada malam Lailatul Qadar.

Imam Nawawi menerangkan bahwa para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun hingga menjelang fajar. Kehadiran mereka membawa suasana malam yang sangat hening, damai, dan penuh keberkahan.

Ketika fajar tiba, para malaikat kembali ke langit. Proses tersebut membuat cahaya matahari terlihat lebih lembut dan tidak menyilaukan.

Baca Juga :  Hukum Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Panduan Lengkap & Tata Caranya

Penjelasan serupa juga tercantum dalam beberapa kitab ulama, seperti Tafsir Durrul Mantsur karya Jalaluddin As-Suyuthi, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, serta Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi.

Perbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir

Meski hadis menyebut beberapa tanda Lailatul Qadar, para ulama menegaskan bahwa umat Islam tidak perlu hanya menunggu tanda tersebut.

Yang lebih utama yaitu memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampunan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk dibaca saat berharap bertemu Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dengan memperbanyak doa dan ibadah, umat Islam memiliki peluang besar meraih keberkahan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. **

Berita Terkait

Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Dzulhijjah
Hukum Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Panduan Lengkap & Tata Caranya
Cara Aman dan Nyaman Menyentuh Hajar Aswad Sesuai Sunnah
Plastik Mahal, Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban
Tinggalkan Kupon Fisik, Pemkot Padang Gunakan Sistem Barcode untuk Distribusi Kurban
Stop Pakai Kresek Hitam! Pilih Wadah Kurban yang Aman dan Berkah
Penumpang Tuli Dipaksa Turun dari Frontier Airlines, Maskapai Beri Pembelaan Berbeda
Lebih Utama Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Cek Faktanya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:00 WIB

Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Dzulhijjah

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:00 WIB

Hukum Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Panduan Lengkap & Tata Caranya

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:00 WIB

Cara Aman dan Nyaman Menyentuh Hajar Aswad Sesuai Sunnah

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB

Plastik Mahal, Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

Tinggalkan Kupon Fisik, Pemkot Padang Gunakan Sistem Barcode untuk Distribusi Kurban

Berita Terbaru

Ilustrasi - Pelayanan di Loket BPJS Kesehatan.

Nasional

Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:30 WIB