Britainaja – Apa yang pertama kali terlintas di kepala kalau bicara soal bahagia? Ketawa ngakak? Atau minimal senyum sambil bilang, “Hidup ini masih aman, lah.” Tapi siapa bilang bahagia itu harus selalu diiringi tawa? Kalau gitu, komika stand-up pasti jadi manusia paling bahagia di dunia. Faktanya? Mereka juga pusing mikirin materi.
Jadi, mari kita bahas cara lain buat bahagia—tanpa perlu bikin rahang pegal karena kebanyakan ketawa.
1. Menikmati Kesunyian, Hiburan Tanpa Drama
Kamu prnah nggak sih cuma duduk di kamar gelap, mendengar suara kipas angin muter? Kalau belum, coba deh. Sensasinya kayak meditasi versi gratis. Di tengah dunia yang sibuk sama tren, drama seleb, dan notifikasi TikTok, ada sesuatu yang damai dalam kesunyian. Baru sadar betapa berisiknya kepala sendiri selama ini. Satu-satunya risiko? Kalau tiba-tiba ada suara jendela berderit tengah malam. Tapi ya… anggap saja itu bonus horor.
2. Membereskan Kamar, Ritual Sakral yang Sering Diremehkan
Orang sering nganggap beres-beres kamar itu tugas rumah tangga biasa. Salah besar! Ini lebih ke ritual penyucian jiwa. Ada kepuasan tersendiri pas akhirnya nemuin kaos favorit yang udah lama hilang. Belum lagi sensasi lantai yang tadinya kayak medan perang berubah jadi kinclong. Pro-tip: kalau nggak sempat beres-beres, tumpukin aja barang di satu sudut. Secara teknis, itu juga disebut “merapikan.”
3. Nulis Surat buat Diri Sendiri, Terapi Gratis yang Jarang Dilirik
Kadang, bahagia datang dari hal sederhana: ngakuin perasaan sendiri. Coba tulis, “Hei, gue tahu lo lagi capek banget, tapi lo keren.” Atau sekadar, “Kopi tadi enak banget, terima kasih udah bikin hariku lebih baik.” Minggu depan pas baca ulang, dijamin senyum-senyum sendiri. Cuma hati-hati, jangan terlalu puitis. Nanti dikira surat cinta buat gebetan.
4. Jalan Kaki Tanpa Tujuan, Olahraga atau Filosofi?
Pernah jalan tanpa tahu mau ke mana? Coba deh! Siapa tahu malah nemu warung bakso enak atau taman yang baru sadar ternyata deket rumah. Plus, kalau nemu kucing liar di jalan, anggap aja pertanda semesta lagi baik hati. Bonus lainnya? Betis jadi lebih kencang.
5. Menerima Kesedihan, Cinta yang Tak Bertepuk Juga Pelajaran Hidup
Kesedihan itu kayak mantan—susah diterima, tapi bikin lebih bijak. Kadang kita lupa, bahagia bukan soal menghindari sedih, tapi berdamai dengannya. Kalau nangis gara-gara saldo rekening nyaris nol atau drama Korea yang terlalu menyayat hati, nggak apa-apa. Setelah nangis, biasanya tidur malah lebih nyenyak.
6. Makan Enak, Kebahagiaan dalam Sebungkus Plastik
Laper itu musuh terbesar kebahagiaan. Jadi, kalau mau bahagia, pastiin perut kenyang dulu. Entah itu nasi goreng, pizza, atau mi instan dengan telur setengah matang, semuanya terasa kayak pelukan di hari hujan. Bahagia itu kadang sesederhana makanan favorit.
7. Bersyukur atas Hal Receh, Kartu As yang Selalu Ampuh
Banyak yang mikir bersyukur itu harus soal hal besar, padahal yang kecil juga bisa. Contoh: “Syukur deh, tadi hujan turun pas gue udah sampai rumah.” Atau, “Untung banget tadi pas ngantuk di kantor, bos nggak lewat.” Bersyukur itu kayak ngecas baterai hati—nggak kelihatan, tapi efeknya nyata.
Jadi, tawa itu penting, tapi bukan satu-satunya cara buat bahagia. Kadang, kebahagiaan justru ada di hal-hal kecil yang sering kita abaikan—kesunyian, beres-beres kamar, atau sekadar jalan tanpa tujuan. Dan yang paling penting, jangan takut sama kesedihan. Karena seperti hujan yang bikin daun segar, kadang kesedihan justru bikin hati lebih kuat.
Jadi, kalau ada yang bilang, “Ketawa dong, biar bahagia!” jawab aja, “Bahagia itu banyak cara, bro. Lo aja yang kurang eksplor!” (Wd)