Duka Mendalam: Siswa Korban Dugaan Perundungan di Tangsel Tutup Usia Setelah Sepekan Dirawat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

Britainaja – Kabar duka menyelimuti keluarga MH (13), seorang siswa kelas VII di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) yang sebelumnya menjadi korban dugaan aksi perundungan atau bullying. Setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan akibat luka serius yang dialami, MH dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (16/11) pagi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Informasi ini di sampaikan oleh Alvian, kuasa hukum keluarga korban, yang membenarkan kabar tersebut setelah menerima informasi langsung dari kerabat yang mendampingi almarhum di rumah sakit.

“Pukul enam pagi, keluarga di rumah mendapat kabar dari paman korban yang menjaga di rumah sakit,” ujar Alvian, saat di konfirmasi pada Minggu (16/11).

Keluarga Segera Jemput Jenazah

Menyusul kabar duka tersebut, pihak keluarga segera bergegas menuju RS Fatmawati untuk menjemput jenazah almarhum.

Baca Juga :  Rumus Luas Lingkaran: Cara Menghitung dengan Jari-Jari dan Diameter

“Ini keluarga lagi OTW (on the way) ke rumah sakit,” tambah Alvian.

Pihak keluarga memohon doa dari masyarakat luas agar almarhum MH mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

“Minta doanya ya, untuk almarhum,” tutupnya.

Kondisi Fisik Korban Menurun Drastis

Sebelumnya, MH di rawat akibat dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh teman-teman sekelasnya. Menurut keterangan Rizki, kakak korban, aksi perundungan ini di duga sudah terjadi sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Puncaknya terjadi pada Senin (20/10), di mana kepala korban di kabarkan di pukul menggunakan bangku berbahan besi.

Rizki menjelaskan bahwa kondisi fisik adiknya mengalami penurunan drastis pasca-kejadian tersebut. Korban baru berani menceritakan seluruh kejadian karena sudah merasakan sakit yang sangat parah.

Baca Juga :  The Lake House Bogor: Sensasi Kuliner di Tengah Kolam dan Hutan Sejuk

“Yang paling parah, di pukul kursi di kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah. Kalau yang lainnya enggak pernah cerita, ini berani cerita karena sudah ngerasa sakit parah,” kata Rizki, pada Senin (10/11).

Akibat luka-luka yang di alami, siswa Kelas VII itu bahkan di sebut kesulitan menggerakkan tubuhnya. Kondisi fisik yang sangat memprihatinkan tersebut mencakup badan yang sulit di bawa berjalan, lemas seluruh tubuh, gangguan penglihatan (mata sedikit rabun), serta sering pingsan dan menolak makan.

MH sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel sebelum akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena kondisinya yang semakin memburuk. (Tim)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan
Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan
Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi
Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak
Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025
Nomor Darurat Banjir Longsor Wajib Disimpan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ferry Irwandi Pecahkan Rekor Donasi, Kumpulkan Rp10 Miliar dalam 24 Jam untuk Korban Banjir Sumatera
Kijang Innova Reborn Diesel Tetap Jadi Primadona Konsumen

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:20 WIB

Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:00 WIB

Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:15 WIB

Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:30 WIB

Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025

Berita Terbaru