Britainaja – Banyak pemilik motor listrik mengira baterai utama sebagai satu-satunya komponen yang butuh perhatian saat menyimpan kendaraan dalam jangka panjang. Padahal, ada komponen kecil yang memegang peran sangat vital agar kendaraan bisa menyala, yakni aki atau baterai 12 Volt (12V).
Jika Anda membiarkan motor listrik terparkir berpekan-pekan tanpa persiapan, aki 12V berpotensi kehabisan daya. Dampaknya cukup merugikan: motor listrik Anda tidak akan bisa menyala, meskipun indikator baterai utama menunjukkan kondisi penuh.
Mengapa Aki 12V Motor Listrik Sangat Krusial?
Peneliti Senior EV dan RE dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ganesha Tri Chandrasa, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi aki 12V.
Sama seperti pada kendaraan berbahan bakar bensin, aki 12V pada motor listrik bertugas menghidupkan berbagai sistem kontrol elektronik, mulai dari komputer (ECU), alarm, sensor keselamatan, hingga sistem manajemen baterai (Battery Management System / BMS).
Saat Anda memarkir motor dalam waktu lama, beberapa modul elektronik tetap bekerja dalam mode siaga (standby). Modul alarm dan sistem siaga ini terus menyedot arus listrik dari aki 12V secara perlahan selama kurun waktu dua hingga tiga minggu.
Penyebab Motor Mogok Meski Baterai Utama Penuh
Kehabisan daya pada aki 12V tidak sekadar mematikan fitur panel instrumen atau lampu. Kondisi ini membuat sistem utama kendaraan lumpuh total.
Sistem motor listrik memerlukan aliran listrik dari aki 12V untuk memicu relay utama. Tanpa pemicu dari aki 12V, relay tidak dapat mengalirkan daya dari baterai utama ke motor penggerak. Alhasil, kendaraan tidak akan merespons tombol starter sama sekali.
Panduan Praktis Merawat Motor Listrik Saat Ditinggal Lama
Agar kendaraan kesayangan Anda tetap prima dan siap menerjang jalanan setelah disimpan lama, ikuti tiga langkah praktis dari pakar BRIN berikut:
-
Lepaskan Terminal Negatif Aki 12V
Jika Anda berencana tidak menggunakan motor listrik lebih dari dua minggu, segera lepaskan kabel terminal negatif pada aki 12V. Langkah sederhana ini efektif memutus konsumsi arus ke sistem siaga sehingga aki tidak cepat habis.
-
Atur Kapasitas Baterai Utama di Level Ideal
Sebelum menyimpan kendaraan, pastikan kapasitas daya baterai utama berada di angka 50 hingga 60 persen. Angka ini merupakan kondisi paling stabil untuk menjaga kesehatan sel kimia berbasis lithium dalam jangka panjang.
-
Pilih Lokasi Penyimpanan yang Tepat
Parkirkan motor atau simpan baterai terpisah di tempat yang teduh, kering, serta memiliki suhu ruang stabil antara 20 hingga 25 derajat Celsius. Hindari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap.
Dengan menerapkan langkah-langkah perawatan tersebut, Anda dapat menjaga performa komponen elektronik motor listrik tetap awet dan siap mengaspal kapan saja. (Tim)






