Britainaja – Senegal resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah gelar juara Piala Afrika 2025 di cabut dan diberikan ke Maroko. Langkah ini di lakukan Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) sebagai protes atas keputusan kontroversial Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Keputusan CAF mencabut kemenangan Senegal dan menetapkan Maroko sebagai juara di ambil setelah aksi walk-out tim Singa Teranga pada partai final. Akibatnya, skor kemenangan 1-0 di batalkan dan di ubah menjadi kekalahan 0-3 bagi Senegal.
CAS telah menerima banding ini dan mulai menjalankan proses formal. Direktur Jenderal CAS, Matthieu Reeb, menegaskan arbiter independen siap menangani sengketa dengan cepat dan adil. “Kami memahami tim dan penggemar ingin keputusan akhir segera di ketahui,” ujarnya.
Meski proses arbitrase akan berjalan cepat, mantan Kepala Panel Disiplin CAF, Raymond Hack, memperkirakan putusan bisa memakan waktu hingga enam bulan, bersamaan dengan persiapan Senegal dan Maroko untuk Piala Dunia 2026.
Keputusan CAF ini juga berdampak signifikan bagi Senegal, yang kehilangan kesempatan mencatat sejarah dua gelar Piala Afrika sekaligus terjungkal ke peringkat 14 FIFA. Sementara Maroko naik ke posisi ke-8 FIFA setelah memperoleh tambahan 18,02 poin.
Sengketa ini masih menjadi perhatian penggemar sepak bola Afrika, dan semua pihak menunggu keputusan CAS sebagai penentu gelar Piala Afrika 2025 yang sah. (Tim)















