Sambut Muharram 1448 H: Saatnya Reset Diri dan Raih Pahala Melimpah

Alasan Kuat Mengapa Muharram Menjadi Bulan Istimewa

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Sambut Muharram 1448 H: Saatnya Reset Diri dan Raih Pahala Melimpah.

Ilustrasi - Sambut Muharram 1448 H: Saatnya Reset Diri dan Raih Pahala Melimpah.

Britainaja – Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan bahwa tanggal 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Kehadiran tahun baru Islam ini bukan sekadar pergantian angka di kalender.

Momen berharga ini merupakan kesempatan emas bagi kita semua untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan spiritual setahun lalu, dan merancang niat baru yang lebih baik.

Sebagai salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum), Muharram memegang posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Kita sebaiknya menyambut bulan mulia ini dengan peningkatan ibadah dan pembenahan akhlak, bukan dengan ritual-ritual mistis yang melenceng dari ajaran agama.

Mengapa Muharram Begitu Istimewa?

Al-Qur’an secara tegas menyebutkan kemuliaan bulan-bulan suci ini. Allah Swt berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.”

Rasulullah saw kemudian merinci keempat bulan suci tersebut melalui sebuah hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ

“Sesungguhnya satu tahun terdiri atas dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan haram, yaitu tiga bulan yang berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.”

Para ulama mengingatkan bahwa di bulan-bulan suci ini, setiap amal saleh akan mendatangkan pahala yang jauh lebih besar. Sebaliknya, dosa dari perbuatan maksiat juga memiliki konsekuensi yang jauh lebih berat. Oleh karena itu, Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak kebaikan.

Baca Juga :  Hukum Berkata Kasar Saat Puasa: Batal atau Sekadar Kurang Pahala?

Menariknya, Rasulullah saw menjuluki bulan ini sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Beliau bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Meskipun Allah menguasai semua bulan, penyematan nama-Nya secara khusus pada Muharram menunjukkan betapa tingginya derajat bulan ini di mata Sang Pencipta.

Hari Asyura: Mengetuk Pintu Kemenangan Para Nabi

Puncak keindahan Muharram terletak pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Hari ini menyimpan kisah sejarah dan spiritual yang sangat kuat.

Saat Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, beliau melihat kaum Yahudi setempat menjalankan puasa pada hari Asyura. Ketika beliau menanyakan alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah momen bersejarah saat Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran pasukan Fir’aun.

Ibnu Abbas mengisahkan momen tersebut dalam sebuah hadis:

فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Maka Nabi saw bersabda, ‘Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR. al-Bukhari)

Kisah nyata ini meyakinkan kita bahwa pertolongan Allah akan selalu datang kepada orang-orang yang teguh memperjuangkan kebenaran. Puasa Asyura bukan sekadar ritual mengenang masa lalu, melainkan cara kita menyalakan kembali api optimisme dalam hidup.

3 Amalan Terbaik di Bulan Muharram yang Bisa Kita Lakukan

Untuk mengoptimalkan hari-hari Anda di bulan Muharram 1448 H, berikut adalah beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan:

Baca Juga :  5 Doa Setelah Akad Nikah Sesuai Sunnah untuk Pengantin Baru

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Sesuai tuntunan Rasulullah saw, puasa di bulan Muharram merupakan ibadah puasa yang paling utama setelah bulan suci Ramadan. Anda bisa menjalankan puasa sunnah ini sepanjang bulan sesuai dengan batas kemampuan fisik Anda.

2. Menunaikan Puasa Tasu’a dan Asyura (9 & 10 Muharram)

Umat Islam sangat disarankan untuk menunaikan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura).

Ibnu Abbas menceritakan betapa antusiasnya Rasulullah saw menyambut hari ini:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw begitu bersungguh-sungguh berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan melebihi hari lainnya selain hari ini, yaitu hari Asyura.” (HR. al-Bukhari)

Untuk membedakan diri dari tradisi kaum Yahudi, Rasulullah saw juga berniat menambah puasa pada hari kesembilan. Beliau bersabda: “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim).

3. Memperbanyak Amal Kebajikan dan Kepedulian Sosial

Selain berpuasa, Anda bisa mengisi lembaran baru tahun ini dengan berbagai aktivitas positif lainnya, seperti:

  • Membaca dan merenungkan isi Al-Qur’an.

  • Bersedekah kepada yang membutuhkan.

  • Mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat renggang.

  • Memperbanyak zikir dan mendirikan salat malam (qiyamul lail).

  • Membantu sesama yang sedang kesulitan.

Waktunya Merenung

Saat melangkah masuk ke tahun baru Hijriah 1448, ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan jujur pada diri sendiri:

  • Apakah seluruh aktivitas kita di tahun lalu sudah membuat kita lebih dekat dengan Allah?

  • Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama?

  • Sudahkah kita memperbaiki tutur kata dan perilaku kita sehari-hari?

Mari kita jadikan bulan Muharram ini sebagai titik awal untuk berbenah, meningkatkan ketakwaan, dan menebar lebih banyak kebaikan di dunia. Selamat Tahun Baru Islam 1448 H! (Tim)

Berita Terkait

Menggali Kisah Mekkah: Dari Lembah Tandus hingga Jadi Jantung Spiritual Dunia
5 Amalan Malam Jumat Terbaik untuk Raih Keberkahan Hidup
Hukum Melamar Wanita Masa Iddah: Aturan Fikih yang Wajib Pria Tahu
Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak Sebelum Adam Lahir?
Bolehkan Menikahi Wanita Hamil di Luar Nikah? Simak Solusi Bijak Islam
9 Pahala Luar Biasa Menyalatkan dan Mengantar Jenazah
Sebelum Terlelap, Amalkan 6 Sunnah Malam Ini Agar Tidur Tenang Hingga Subuh
Rahasia Kemuliaan Bulan Muharram dan Tips Memulai Tahun Baru Islam
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:00 WIB

Menggali Kisah Mekkah: Dari Lembah Tandus hingga Jadi Jantung Spiritual Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

Sambut Muharram 1448 H: Saatnya Reset Diri dan Raih Pahala Melimpah

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00 WIB

5 Amalan Malam Jumat Terbaik untuk Raih Keberkahan Hidup

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Melamar Wanita Masa Iddah: Aturan Fikih yang Wajib Pria Tahu

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:00 WIB

Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak Sebelum Adam Lahir?

Berita Terbaru