Wisatawan Indonesia Mulai Waspadai Risiko Keamanan AI Saat Rencanakan Liburan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi: Kaspersky)

(Ilustrasi: Kaspersky)

Britainaja – Kecerdasan buatan (AI) kini semakin sering digunakan untuk membantu wisatawan merancang perjalanan mereka. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, banyak pelancong Indonesia justru mulai khawatir dengan risiko keamanan data pribadi yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi ini.

Laporan terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa penggunaan AI untuk perencanaan perjalanan meningkat pesat, terutama karena kemampuannya memberikan rekomendasi cepat, personal, dan efisien secara anggaran. Survei yang dilakukan lembaga riset Kaspersky pada musim panas 2025 ini melibatkan 3.000 responden dari 15 negara, termasuk Indonesia.

Sebagian besar responden mengakui manfaat nyata dari penggunaan AI. Sekitar 73% wisatawan mengatakan teknologi ini membantu mereka menghemat waktu dalam menyiapkan perjalanan. Sementara itu, 65% menggunakannya untuk mencari rekomendasi tempat wisata dan aktivitas yang sesuai minat, serta 63% memanfaatkannya guna menemukan penawaran terbaik. Tak hanya itu, 61% pengguna juga mempercayai AI untuk menggali informasi tersembunyi yang sulit ditemukan lewat pencarian biasa.

Namun, tren ini menunjukkan variasi di tiap kelompok usia. Wisatawan berusia 55 tahun ke atas cenderung tidak terlalu tertarik pada penawaran personal (60%), tetapi lebih menghargai kemampuan AI dalam memberikan saran baru yang tidak mereka pikirkan sebelumnya (65%). Sementara orang tua dengan anak justru lebih antusias terhadap fitur personalisasi (68%) dibandingkan mereka yang belum memiliki anak (60%).

Baca Juga :  Saldo DANA Gratis Rp100.000? Simak Fakta dan Cara Aman Mendapatkannya

Meski memberikan kemudahan luar biasa, penggunaan AI tidak lepas dari risiko. Beberapa wisatawan melaporkan pengalaman kurang menyenangkan karena terlalu bergantung pada hasil perencanaan dari chatbot tanpa memverifikasi ulang informasi. Bahkan, sejumlah tautan yang direkomendasikan AI berpotensi mengandung phishing atau malware, yang bisa membahayakan keamanan data pengguna.

Kaspersky menyarankan agar pengguna selalu memeriksa tautan sebelum mengkliknya, menggunakan solusi keamanan digital seperti Kaspersky Premium yang memiliki deteksi anti-phishing otomatis.

Dari sisi keamanan data, 48% responden mengaku berhati-hati dan tidak membagikan informasi sensitif ke AI. Ditambah 37% lainnya yang juga waspada, total 86% pengguna AI untuk perencanaan perjalanan kini semakin peduli terhadap privasi digital mereka. Hanya 14% wisatawan yang merasa aman sepenuhnya saat berbagi data dengan layanan AI.

Menariknya, kekhawatiran terbesar datang dari kalangan usia muda (18–34 tahun), dengan 52% di antaranya sangat selektif saat memasukkan data pribadi ke sistem AI. Sebaliknya, kelompok usia lanjut (55+) menunjukkan tingkat kewaspadaan yang lebih rendah, sekitar 42%.

Baca Juga :  Apple Resmi Buka Pre-Order iPhone 17 di Indonesia

Perbedaan sikap ini juga terlihat antarnegara. Wisatawan dari Indonesia, Malaysia, Spanyol, Inggris, dan Afrika Selatan cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan berbasis AI. Sementara mereka yang berasal dari Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menunjukkan kepercayaan lebih tinggi terhadap keamanan teknologi tersebut.

Pesan Ahli: Gunakan AI Secara Bijak

Menurut Vladislav Tushkanov, Manajer Grup di Kaspersky AI Technology Research Center, pengguna sebaiknya tetap bersikap rasional saat berinteraksi dengan sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan pentingnya tidak membagikan data pribadi yang sensitif, memverifikasi semua informasi dan tautan, serta mengambil keputusan penting secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada rekomendasi AI.

“Dengan kewaspadaan dan pemahaman yang tepat, AI bisa menjadi asisten digital yang aman dan membantu banyak orang merencanakan perjalanan dengan efisien,” ujarnya.

AI memang membuka era baru dalam dunia perjalanan, namun risiko keamanan siber tetap menjadi hal yang perlu di waspadai. Dengan kombinasi antara inovasi dan kehati-hatian, wisatawan dapat menikmati kemudahan teknologi tanpa mengorbankan privasi pribadi mereka. (Tim)

Berita Terkait

Sikat! Kode Redeem ML Terbaru 11 Mei 2026: Banjir Diamond dan Skin Gratis
Banjir Hadiah! Klaim Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini, 11 Mei 2026
Serbu! Kode Redeem FF 11 Mei 2026: Skin Senjata & Bundle Langka Gratis
Coba Fitur Baru Duluan! Cara Daftar FF Advance Server 2026
GTA 6 Rilis di Konsol Duluan, Rockstar Ungkap Alasannya
Apple Bayar Ganti Rugi Rp 4,3 Miliar ke Pengguna iPhone, Cek Kriterianya
Panen Hadiah! Ini Daftar Kode Redeem ML 10 Mei 2026 yang Masih Aktif
Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile 10 Mei 2026: Panen Pemain Bintang dan Gems Gratis
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

Sikat! Kode Redeem ML Terbaru 11 Mei 2026: Banjir Diamond dan Skin Gratis

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00 WIB

Banjir Hadiah! Klaim Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini, 11 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 06:00 WIB

Serbu! Kode Redeem FF 11 Mei 2026: Skin Senjata & Bundle Langka Gratis

Senin, 11 Mei 2026 - 03:00 WIB

Coba Fitur Baru Duluan! Cara Daftar FF Advance Server 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 00:01 WIB

GTA 6 Rilis di Konsol Duluan, Rockstar Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Drama Korea My Royal Nemesis. (Foto: dok. SBS)

Showbiz

Ini Drama Korea Terbaru yang Wajib Disaksikan pada Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB