Profil Vozinha: Kiper 40 Tahun Tanjung Verde yang Jinakkan Spanyol di Piala Dunia 2026

Ledakan Pengikut di Instagram dalam Semalam

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelandang timnas Spanyol Rodri bereaksi di samping kiper Tanjung Verde Vozinha (tengah) setelah gagal memanfaatkan peluang gol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juni 2026.(AFP/ROBERTO SCHMIDT)

Gelandang timnas Spanyol Rodri bereaksi di samping kiper Tanjung Verde Vozinha (tengah) setelah gagal memanfaatkan peluang gol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juni 2026.(AFP/ROBERTO SCHMIDT)

Britainaja – Stadion Atlanta bergemuruh hebat saat wasit meniup peluit panjang. Spanyol, sang raksasa sepak bola dunia, harus menerima kenyataan pahit. Mereka gagal mencetak satu gol pun dan menyudahi pertandingan dengan skor imbang 0-0 melawan tim debutan, Tanjung Verde, pada laga Piala Dunia 2026.

Aktor utama di balik frustrasinya para pemain Spanyol adalah Josimar Dias, atau yang akrab kita kenal sebagai Vozinha. Kiper tim nasional Tanjung Verde ini tampil bak pahlawan fiksi. Ia mementahkan tujuh serangan berbahaya dari para bintang Spanyol yang menggempur jalurnya sepanjang laga.

Begitu laga usai, air mata langsung membasahi pipi penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut. Ia tidak sekadar merayakan poin perdana negaranya, namun ia sedang merayakan puncak dari sebuah mimpi masa kecil yang terwujud lewat perjuangan yang sangat berliku.

Dedikasi untuk Kakek, Nenek, dan Ibu di Rumah

Panitia mendapuk Vozinha sebagai pemain terbaik (Man of the Match) berkat penampilan heroiknya. Di balik senyum dan trofi tersebut, tersimpan cerita personal yang menyentuh hati.

“Saya menangis karena kakek dan nenek yang membesarkan saya. Mereka sudah tiada beberapa tahun lalu,” ungkap Vozinha emosional kepada BBC.

Baca Juga :  Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2

Ia juga mempersembahkan prestasi ini untuk sang ibu tercinta yang terpaksa menonton lewat layar kaca akibat kendala pengurusan visa.

“Biaya visa yang tinggi membuat kami tidak sempat mengurusnya tepat waktu. Saya sangat mendambakan kehadiran Ibu di tribun hari ini,” tambahnya dengan nada getir.

Pecahkan Rekor Dunia di Usia Senja

Kisah Vozinha adalah bukti nyata bahwa usia hanyalah deretan angka. Ia memulai karier profesionalnya pada usia 25 tahun—sebuah umur yang tergolong sangat terlambat untuk ukuran pesepak bola modern. Ia bahkan sempat menghadapi penolakan di awal kariernya di kota Mindelo karena postur tubuhnya yang dianggap terlalu kecil.

Namun, keteguhan hati membawanya merantau ke berbagai negara seperti Slovakia, Angola, Moldova, hingga Siprus. Saat ini, ia membela klub divisi dua Portugal, GD Chaves.

Melalui laga melawan Spanyol, Vozinha yang berusia 40 tahun 12 hari resmi memecahkan rekor sebagai pemain tertua yang menjalani debut di Piala Dunia, melampaui rekor kiper Curacao, Eloy Room.

Ledakan Popularitas di Media Sosial

Dunia langsung jatuh cinta pada perjuangan Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika dengan penduduk tak sampai satu juta jiwa.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Intip Laga Pembuka hingga Final

Aksi memukau Vozinha memicu gelombang simpati yang luar biasa di jagat maya. Berkat dukungan dari saluran YouTube asal Brasil, CazeTV, akun Instagram Vozinha langsung meledak. Jumlah pengikutnya meroket tajam dari yang semula hanya 50 ribu kini menembus angka jutaan dalam sekejap.

Meski menjadi pusat perhatian dunia, Vozinha tetap membumi. Ia mempersembahkan penghargaan pemain terbaik ini untuk seluruh rekan setim dan masyarakat Tanjung Verde yang terus menari dan menyanyikan yel-yel di tribun stadion.

Modal Penting Menatap Laga Selanjutnya

Tanjung Verde datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk menjadi tim pelengkap atau turis yang menikmati turnamen. Mereka datang untuk bertarung demi harga diri bangsa.

Hasil imbang melawan Spanyol ini menjadi suntikan motivasi yang luar biasa besar bagi anak-anak asuh Tanjung Verde. Ujian berikutnya sudah menanti di depan mata. Vozinha dan kawan-kawan akan melanjutkan perjuangan mereka di fase grup dengan menantang dua tim kuat lainnya, yaitu Uruguay dan Arab Saudi. (Tim)

Berita Terkait

Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Laga Perdana Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini
Sosok Wellah Hatta, Srikandi Indonesia yang Atur Panggung Final Piala Dunia 2026
Update Ranking BWF: Fajar/Fikri Siap Ancam Singgasana Nomor 1 Dunia BWF
Ranking FIFA Terbaru Usai Piala Dunia 2026: Ini Daftar Lengkap 25 Negara Teratas Dunia
Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Rodri Raih Bola Emas, Mbappe Top Skor
Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Ferran Torres Tumbangkan Argentina dan Bawa Pulang Rp897 Miliar
Mbappe Puncaki Top Skor Piala Dunia 2026, Lionel Messi Mengintai di Final
Ini Rincian Lengkap Hadiah Piala Dunia 2026, Juara Bawa Pulang Rp900 Miliar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:07 WIB

Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Laga Perdana Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:02 WIB

Sosok Wellah Hatta, Srikandi Indonesia yang Atur Panggung Final Piala Dunia 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:31 WIB

Update Ranking BWF: Fajar/Fikri Siap Ancam Singgasana Nomor 1 Dunia BWF

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:31 WIB

Ranking FIFA Terbaru Usai Piala Dunia 2026: Ini Daftar Lengkap 25 Negara Teratas Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:35 WIB

Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Rodri Raih Bola Emas, Mbappe Top Skor

Berita Terbaru