Pembangunan TPA Regional Kerinci–Sungai Penuh Terkendala Lahan, Pemprov Ajukan Lokasi Baru di Renah Kayu Embun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britainaja – Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong terwujudnya pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional untuk wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Namun, proses ini masih menghadapi hambatan terkait ketersediaan lahan.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa pengajuan sebelumnya untuk memanfaatkan lahan seluas lima hektar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) telah ditolak. Sebagai upaya alternatifnya, pemerintah provinsi Jambi akan mengajukan kembali permohonan baru untuk lahan seluas dua hektar di wilayah Renah Kayu Embun (RKE).

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gencarkan Inovasi, TPS3R Koto Renah Ubah Sampah Pasar Jadi Kompos

“Kita pernah usulkan lima hektar, tapi ditolak. Sekarang kita coba kembali, kita ajukan dua hektar di RKE,” ungkap Al Haris, Selasa (6/5/2025).

Inisiatif ini mendapat dukungan dari dua kepala daerah, yaitu Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci. Keduanya telah menyatakan kesepakatan atas urgensi pembangunan TPA Regional tersebut.

“Wali kota dan bupati sudah sepakat, tinggal persoalan lahannya saja yang perlu diselesaikan,” jelas Al Haris.

Baca Juga :  BMKG Rilis Prakiraan Cuaca dan Hotspot Provinsi Jambi Hari Ini

Gubernur juga menegaskan bahwa TPA yang akan dibangun akan menggunakan teknologi ramah lingkungan. TPA tersebut dirancang agar tidak menimbulkan bau menyengat maupun mencemari lingkungan sekitar, seperti yang sering dikhawatirkan masyarakat.

“Pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. TPA modern ini tidak akan berdampak negatif, tidak berbau, dan tidak merusak lingkungan seperti yang dibayangkan,” tutupnya. (Wd)

Berita Terkait

Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, 5 Luka Ringan
Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku
Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto
Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global
Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir
Monadi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI 2026 di Kayu Aro Barat
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:25 WIB

Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, 5 Luka Ringan

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:51 WIB

Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:03 WIB

Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB