Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Ilustrasi. Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Britainaja – Dua pekan sudah nasabah Bank Jambi hidup dalam ketidakpastian. Sejak sistem di laporkan bobol pada Minggu (22/2/2026), layanan perbankan digital macet total. Di balik layar, aparat penegak hukum mulai menemukan titik terang ke mana larinya uang ratusan miliar milik warga dan aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa tim pelacak mulai mengendus jejak digital para pelaku. Dari total kerugian yang mencapai Rp143 miliar, sebagian besar dana ternyata telah di konversi ke dalam bentuk aset digital yang sulit di lacak secara konvensional.

“Rp19 miliar terdeteksi di crypto. Sebagian lagi masuk ke Bank Permata dan Sampoerna,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan di Jambi, Senin (9/3/2026).

Baca Juga :  Suzuki Fronx Resmi Meluncur di Indonesia, Usung 12 Fitur ADAS dan Mesin Tangguh

Aksi peretasan ini bukan perkara kecil. Setidaknya 6.000 rekening nasabah menjadi korban dengan total saldo yang menguap mencapai Rp143 miliar. Dampaknya pun meluas hingga ke urusan dapur warga. Hingga Selasa (10/3/2026), fasilitas mesin ATM dan aplikasi mobile banking Bank Jambi terpantau masih belum bisa di gunakan.

Kondisi ini memaksa nasabah, yang mayoritas adalah ASN dari 11 kabupaten/kota, untuk menyerbu kantor fisik. Antrean panjang di bagian teller menjadi pemandangan harian di 55 kantor layanan Bank Jambi.

Wilda Oktafia, salah satu nasabah, mengeluhkan betapa melelahkannya harus mengantre manual hanya untuk menarik uang tunai. “Sudah tidak sanggup lagi kalau harus antre terus di teller. ATM dan mobile banking sampai sekarang belum juga pulih,” keluhnya.

Baca Juga :  Pemilik Rumah Lokasi Penangkapan Pelaku Penculikan Bilqis Tegaskan Tidak Terlibat

Polda Jambi saat ini tengah bekerja ekstra keras mengurai benang kusut serangan siber ini. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Mengingat adanya aliran dana ke aset kripto, koordinasi dengan tingkat pusat menjadi kunci.

“Kami masih berkomunikasi dengan Bareskrim Polri,” kata Taufik singkat.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi yang terdiri dari jajaran direksi, staf internal bank, hingga pihak ketiga yang mengelola sistem IT perusahaan. Fokus utama polisi saat ini adalah menunggu hasil digital forensik untuk membedah bagaimana pelaku bisa menembus dinding pertahanan bank plat merah tersebut. (Tim)

Berita Terkait

Alung, Buronan 58 Kg Sabu yang Nekat Lompat dari Lantai 2 Polda Jambi
Al Haris Dorong ASN Jambi Kerja Cepat Hadapi Tekanan Global
Al Haris Siapkan Strategi Tekan Belanja Pegawai Tanpa Ganggu ASN
Kemacetan Parah Jambi-Palembang, Polda Imbau Pemudik Gunakan Jalur Alternatif
Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku
Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global
Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:00 WIB

Alung, Buronan 58 Kg Sabu yang Nekat Lompat dari Lantai 2 Polda Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00 WIB

Al Haris Dorong ASN Jambi Kerja Cepat Hadapi Tekanan Global

Senin, 30 Maret 2026 - 15:00 WIB

Al Haris Siapkan Strategi Tekan Belanja Pegawai Tanpa Ganggu ASN

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:00 WIB

Kemacetan Parah Jambi-Palembang, Polda Imbau Pemudik Gunakan Jalur Alternatif

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku

Berita Terbaru

GTA 6. Foto: Rockstar

Tech & Game

Artemis II vs GTA 6: Mana yang Lebih Worth It?

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:00 WIB