Britainaja – Laura Basuki kembali menunjukkan totalitasnya dalam dunia seni peran. Kali ini, ia bekerja sama dengan sutradara bertangan dingin, Razka Robby Ertanto, melalui film terbaru berjudul Yohanna. Mengambil latar keindahan tanah Sumba, NTT, film ini membawa Laura masuk ke dalam karakter yang penuh gejolak batin.
Transformasi Menjadi Biarawati yang Relevan
Dalam film ini, Laura memerankan sosok Yohanna, seorang biarawati yang sedang mengalami krisis keimanan. Yohanna merasa jauh dari Tuhan dan memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran diri. Namun, sebelum suster kepala menyetujui permintaannya, Yohanna harus menjalankan satu misi terakhir: mengantar bantuan untuk korban badai Seroja.
Misi inilah yang membawa penonton mengikuti perjalanan emosional Yohanna selama tujuh hari. Menggunakan mobil bak terbuka (pick-up), ia ditemani oleh karakter Malu (Iqua Tahlequa) melintasi lanskap Sumba yang eksotis sekaligus menantang.
Adrenalin di Pinggir Jurang Sumba
Syuting di Sumba memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi peraih dua Piala Citra ini. Salah satu momen yang paling memacu adrenalin adalah saat ia harus menyetir mobil pick-up sendiri melewati medan perbukitan yang ekstrem.
“Menyetir mobil pick-up itu seru banget! Kapan lagi aku bisa melakukannya di Sumba yang indah kalau bukan karena film ini? Walaupun jalannya di pinggir jurang, sensasi adrenalinnya terasa sekali,” cerita Laura dengan antusias saat ditemui di Jakarta Pusat (03/04/2026).
Sambil tertawa, Laura mengenang bagaimana ia berkali-kali mengingatkan lawan mainnya, Iqua, untuk memastikan sabuk pengaman terpasang dengan kencang demi keamanan mereka selama menyusuri tebing.
Jatuh Hati pada Wastra NTT
Tak hanya soal akting, Laura juga memanfaatkan waktu syuting untuk mengenal budaya lokal. Saat Yohanna mengunjungi perkampungan untuk membagikan donasi kepada para perajin kain, Laura benar-benar terpukau oleh keindahan kain tenun ikat Sumba. Ia bahkan menyempatkan diri berbelanja beberapa wastra cantik sebagai kenang-kenangan.
Tantangan Skill Baru: Gitar dan Kemudi
Peran Yohanna menuntut Laura menguasai keahlian yang sebelumnya tidak ia miliki. Selain harus mahir mengemudikan mobil manual di jalur terjal, ia juga belajar memetik gitar untuk memperkuat karakternya. Kerja keras ini terbayar manis; performanya menuai pujian hangat di berbagai festival internasional seperti di Rotterdam dan Roma.
Tak Kejar Penghargaan, Hanya Ingin Berkarya
Meski banyak pengamat film memprediksi Laura akan kembali mendominasi bursa penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik tahun ini, ia tetap rendah hati. Bagi Laura, penghargaan adalah bonus, bukan tujuan utama saat ia menerima sebuah naskah.
“Aku tidak pernah menargetkan setiap film harus dapat penghargaan. Setiap kali memerankan sebuah peran, fokusku adalah memberikan yang terbaik. Kalau kemudian mendapat apresiasi, itu kebahagiaan luar biasa bagi aku,” pungkasnya.
Jadwal Tayang:
Bagi Anda yang merindukan akting berkualitas Laura Basuki dengan sinematografi memukau khas Razka Robby Ertanto, jangan lewatkan film Yohanna. Film produksi Reason8, Summerland, dan Pilgrim Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.






