Iran Tunjukkan Kekuatan Militer Baru di Tengah Konflik dengan Israel dan AS

Iran Tampilkan Kekuatan Militer Baru di Tengah Konflik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudal Iran menghantam ibukota Tel Aviv di Israel sebagai bagian dari respons agresi Israel–Amerika terhadap Iran.  ist

Rudal Iran menghantam ibukota Tel Aviv di Israel sebagai bagian dari respons agresi Israel–Amerika terhadap Iran. ist

Britainaja – Iran mulai memperlihatkan kemampuan militer yang lebih maju seiring konflik dengan Israel dan Amerika Serikat memasuki minggu keempat. Teheran tidak hanya meningkatkan intensitas serangan, tetapi juga mengungkap jenis persenjataan baru yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam pertempuran.

Iran meluncurkan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau pangkalan militer di luar negeri, termasuk fasilitas di Diego Garcia. Kemampuan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jangkauan dan presisi serangan.

Selain itu, militer Iran juga mengerahkan rudal balistik jarak menengah Haj Qasem dengan hulu ledak besar, serta meningkatkan penggunaan Khorramshahr-4 dalam jumlah lebih banyak pada serangan terbaru.

Strategi Serangan dan Peningkatan Intensitas

Iran sempat menurunkan intensitas peluncuran rudal dan drone di awal konflik. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah serangan kembali meningkat seiring berkurangnya sistem pertahanan pencegat di kawasan.

Sejumlah analis menilai Iran menjalankan strategi perang intensitas rendah yang berkelanjutan untuk menguras kekuatan lawan. Strategi ini bertujuan melemahkan kemampuan militer Israel, Amerika Serikat, dan sekutu Teluk secara perlahan.

Iran juga mengklaim telah menghantam beberapa target strategis di wilayah Israel, termasuk fasilitas energi dan kilang minyak di Haifa.

Rudal, Drone, dan Teknologi Baru

Iran terus mengembangkan berbagai jenis rudal dan drone canggih. Salah satu yang menarik perhatian adalah penggunaan rudal permukaan-ke-udara yang diklaim berhasil mengenai jet tempur siluman F-35 milik AS. Meski mengalami kerusakan, pesawat tersebut berhasil mendarat darurat dan pilot dalam kondisi stabil.

Baca Juga :  Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Moskow Usai Serangan Udara

Selain itu, Iran juga mengembangkan drone generasi baru seperti Shahed-238 yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibanding pendahulunya. Drone ini dirancang untuk lebih sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan lawan.

Iran bahkan telah menguji kendaraan peluncur luar angkasa seperti Simorgh dan Zuljanah yang berpotensi di konversi menjadi rudal balistik jarak jauh dengan jangkauan ekstrem.

Potensi Peran Sekutu dan Milisi

Di luar kekuatan militernya sendiri, Iran juga memiliki jaringan sekutu regional yang berpotensi di libatkan dalam konflik. Salah satu yang paling di perhatikan adalah kelompok yang di pimpin oleh Abdul Malik al-Houthi di Yaman.

Kelompok ini memiliki pengalaman tempur dan pernah mengganggu jalur pelayaran internasional. Mereka dapat memainkan peran penting jika konflik meluas, termasuk melalui blokade di jalur strategis seperti Laut Merah atau Selat Bab-el-Mandeb.

Ancaman Global dan Dampak Ekonomi

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan komitmen untuk menjaga jalur pelayaran penting, termasuk kemungkinan pengawalan tanker minyak. Namun, langkah tersebut tetap menghadapi risiko besar dari ancaman drone laut, ranjau, dan serangan rudal.

Baca Juga :  Djokovic Amankan Tiket Final Hellenic Championship 2025

Para pakar menilai potensi gangguan di jalur energi global dapat berdampak luas terhadap ekonomi dunia, terutama jika konflik menyebar ke wilayah perairan strategis.

Jaringan Rahasia dan Ancaman Luar Negeri

Iran juga di duga memiliki jaringan agen di berbagai negara yang dapat di aktifkan saat eskalasi meningkat. Laporan dari sejumlah negara seperti Inggris, Belanda, dan Uni Emirat Arab menunjukkan adanya upaya penggagalan operasi yang terkait dengan jaringan tersebut.

Menurut analis keamanan seperti Colin Clarke, Iran dapat memanfaatkan jaringan ini untuk melakukan serangan simbolis terhadap target tertentu di luar negeri.

Sementara itu, pakar dari King’s College London, Andreas Krieg, menilai bahwa risiko gangguan terhadap stabilitas global tetap ada, meski tingkat ancamannya belum sepenuhnya tinggi.

Iran menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan militer, baik dari sisi teknologi rudal, penggunaan drone, maupun strategi perang jangka panjang. Dengan dukungan sekutu regional dan jaringan luar negeri, konflik ini berpotensi berkembang lebih luas dan berdampak pada stabilitas geopolitik serta ekonomi global. (Tim)

Berita Terkait

AS Ultimatum Iran 48 Jam, Ketegangan Selat Hormuz Makin Memanas
F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai
FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS
Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2
Big Match Panas! Ini Jadwal Perempat Final Liga Champions 2025/2026
Live di Indosiar & SCTV! Ini Jadwal FIFA Series 2026
Trump Terjebak Kebuntuan di Perang Iran, Tekanan Domestik Meningkat
Trump Tegaskan AS Bisa Amankan Selat Hormuz Tanpa Sekutu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 14:00 WIB

Iran Tunjukkan Kekuatan Militer Baru di Tengah Konflik dengan Israel dan AS

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:00 WIB

AS Ultimatum Iran 48 Jam, Ketegangan Selat Hormuz Makin Memanas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:00 WIB

F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:00 WIB

Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2

Berita Terbaru

iQOO Z11 & Z11x Hadir 26 Maret 2026, Baterai Jumbo Jadi Andalan. (Qoo10.co.id)

Tech & Game

iQOO Z11 & Z11x Hadir 26 Maret 2026, Baterai Jumbo Jadi Andalan

Senin, 23 Mar 2026 - 13:00 WIB