Hujan Es Guyur Bandung, Tanda Pancaroba Picu Cuaca Ekstrem

Fenomena hujan es di Bandung menandai masa pancaroba, BMKG ingatkan risiko cuaca ekstrem meningkat

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon tumbang menimpa bangunan kafe BSS Food Market di Jalan Taman Cibeunying Utara, Kota Bandung, Jumat (3/4/2026).(Kompas.com)

Pohon tumbang menimpa bangunan kafe BSS Food Market di Jalan Taman Cibeunying Utara, Kota Bandung, Jumat (3/4/2026).(Kompas.com)

BritainajaHujan es sempat turun saat hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda Kota Bandung, Jumat (3/4/2026). Warga merekam fenomena ini di wilayah Sarijadi, yang langsung menarik perhatian.

BMKG memastikan kejadian ini menjadi tanda kuat bahwa Bandung Raya mulai memasuki masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada periode ini, cuaca cenderung tidak stabil dan berpotensi memicu kejadian ekstrem.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan perubahan arah angin dari baratan ke timuran memicu ketidakstabilan atmosfer. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan Cumulonimbus, yang sering membawa hujan lebat tiba-tiba, petir, angin kencang, hingga hujan es.

Baca Juga :  Rekomendasi Skincare Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Pada hari kejadian, suhu siang terasa panas dan gerah sebelum awan tebal mulai terbentuk sekitar pukul 12.00 WIB. BMKG kemudian merilis peringatan dini pada pukul 13.30 hingga 16.00 WIB untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.

Hujan es berlangsung singkat, tetapi intens. Kecepatan angin tercatat mencapai 42,6 km/jam dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Ukuran butiran es bervariasi, mulai dari kecil hingga cukup besar.

Baca Juga :  Kapan Masa Pertumbuhan Anak Perempuan Berhenti? Simak Penjelasan Medis Lengkapnya

Fenomena ini terjadi saat udara panas naik membawa uap air ke lapisan atas atmosfer, lalu membeku karena suhu sangat dingin sebelum akhirnya jatuh sebagai es.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada selama masa pancaroba. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca ekstrem berlangsung. Warga juga perlu mengantisipasi risiko banjir, longsor, angin kencang, dan hujan es. (Tim)

Berita Terkait

Antara Putih Telur dan Kuning Telur: Mana yang Lebih Sehat?
Dampak Serius Kehamilan Remaja: Bayi Berisiko Lahir Kritis
Hati-hati! Kebiasaan Pakai Earphone Berlebih Bisa Ancam Pendengaran Anda
Mengenal Daycare: Solusi Cerdas Pengasuhan Anak saat Orang Tua Sibuk Bekerja
Jangan Abaikan! 5 Perubahan Urine Ini Bisa Jadi Sinyal Awal Gangguan Ginjal
Cukup 15 Menit! Simak 10 Keajaiban Jalan Kaki Setiap Hari bagi Tubuh
Usir Nyamuk DBD! 8 Tips Merawat Rumah Agar Keluarga Tetap Sehat
Cara Menghilangkan Karang Gigi dan Tips Ampuh Mencegahnya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:00 WIB

Antara Putih Telur dan Kuning Telur: Mana yang Lebih Sehat?

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dampak Serius Kehamilan Remaja: Bayi Berisiko Lahir Kritis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:00 WIB

Hati-hati! Kebiasaan Pakai Earphone Berlebih Bisa Ancam Pendengaran Anda

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:00 WIB

Mengenal Daycare: Solusi Cerdas Pengasuhan Anak saat Orang Tua Sibuk Bekerja

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:00 WIB

Jangan Abaikan! 5 Perubahan Urine Ini Bisa Jadi Sinyal Awal Gangguan Ginjal

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML Terbaru 26 Mei 2026 Sekarang.

Tech & Game

Banjir Diamond! Klaim Kode Redeem ML Terbaru 26 Mei 2026 Sekarang

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi - Sumur Resapan Kreatif untuk Halaman Rumah Sempit. Gemini

Tips & Trik

3 Solusi Sumur Resapan Kreatif untuk Halaman Rumah Sempit

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi - Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026.

Tech & Game

Banjir Hadiah! Serbu Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:00 WIB