Britainaja – Kemenangan tim nasional Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 pada laga final Piala Dunia 2026 memang menyita perhatian. Namun, panggung pertunjukan paruh waktu (halftime) tidak kalah menyedot perhatian dunia.
Diva legendaris Shakira naik ke panggung utama bersama deretan musisi papan atas dunia. Aksinya membawakan lagu resmi turnamen berjudul “Dai Dai” bukan sekadar hiburan jeda biasa, melainkan mencetak momen bersejarah yang sangat berkesan.
“Piala Dunia sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya sejak lama. Menerima undangan untuk tampil di pertunjukan paruh waktu pertama ini terasa sangat berarti buat saya,” ungkap Shakira, mengutip Vogue.
Inspirasi Senja dan Sentuhan Nostalgia
Penyanyi asal Kolombia ini melantunkan tembang terbarunya dengan penuh gairah di atas panggung spektakuler MetLife Stadium. Demi menyajikan aksi panggung yang sempurna, ia mempercayakan rancangan busananya kepada kawan lamanya, Fausto Puglisi dari rumah mode Roberto Cavalli.
Keduanya berkolaborasi merancang gaun elok yang mampu menonjolkan karakter kuat sang diva. Shakira mengaku bahwa mereka lebih banyak berdiskusi tentang perasaan yang ingin mereka ciptakan ketimbang sekadar pakaian itu sendiri. Puglisi sangat memahami cara Shakira bergerak dan menari, sehingga berhasil membuat sang bintang merasa nyaman sekaligus percaya diri.
Puglisi mengusung palet warna khusus sesuai permintaan Shakira yang menginginkan nuansa matahari terbenam. Sang desainer mengambil referensi warna dari bangunan klasik di kawasan populer Kota Meksiko, yaitu permukiman La Condesa. Perpaduan warna merah muda terang, jingga, dan kuning pun membalut tubuh Shakira secara sempurna.
Selain menyajikan keindahan visual, rancangan ini mengajak penggemar mengenang aksi panggung ikonik Shakira pada penutupan Piala Dunia 2010. Kala itu, ia juga memakai karya memukau dari rumah mode yang sama. Langkah ini menjadi bentuk penghormatan pada masa lalu sekaligus wujud rasa optimis menyambut masa depan.
Detail Mewah Ratusan Ribu Kristal Swarovski
Melansir InStyle, gaun berpotongan dada rendah ini juga menampilkan detail terbuka pada bagian samping untuk menonjolkan siluet tubuh Shakira yang bugar. Sisi depan gaun memiliki hiasan tali menyilang, sementara bagian bawahnya menggunakan helaian kain menyerupai bulu dengan belahan tinggi.
Kemewahan gaun ikonis ini makin terpancar berkat taburan ratusan ribu keping kristal Swarovski. Tim perancang memasang kristal-kristal tersebut secara manual dan menghabiskan waktu hingga ratusan jam kerja. Hasilnya, pantulan cahaya gaun tersebut sukses menyaingi gemerlap lampu sorot stadion.
Aksi Panggung yang Penuh Totalitas
Demi bergerak leluasa saat membawakan koreografi bertenaga, Shakira memilih menari tanpa alas kaki di atas rumput lapangan. Ia membiarkan rambut pirang panjangnya tergerai alami dengan gaya ikal bervolume yang menjadi ciri khasnya. Riasan mata gelap yang lembut serta perona bibir nuansa ungu muda melengkapi kecantikan wajahnya.
Sambil menggenggam mikrofon berwarna merah muda yang senada dengan gaunnya, Shakira sukses menghidupkan suasana stadion sebelum pertandingan babak kedua berlanjut.
Sebagai bentuk aksi sosial, Shakira mendonasikan seluruh pendapatan dari lagu yang ia bawakan pada acara ini ke lembaga FIFA Global Citizen Education Fund. Penampilan ini membuktikan bahwa Shakira bukan hanya seorang penghibur sejati, tetapi juga sosok inspiratif yang peduli pada pendidikan dunia. (Tim)






