6 Cara Paling Akurat Bedakan Emas Asli dan Kuningan, Jangan Sampai Tertipu!

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meskipun terlihat serupa karena warnanya yang kuning, emas (kiri) dan kuningan (kanan) memiliki perbedaan mendasar dalam nilai, berat, dan sifat kimianya. (Sumber: Ilustrasi/Wikihow)

Meskipun terlihat serupa karena warnanya yang kuning, emas (kiri) dan kuningan (kanan) memiliki perbedaan mendasar dalam nilai, berat, dan sifat kimianya. (Sumber: Ilustrasi/Wikihow)

Britainaja – Sekilas tampak serupa, tapi emas dan kuningan ternyata memiliki perbedaan besar. Banyak orang terkecoh karena keduanya sama-sama berwarna kuning mengilap. Agar tidak salah beli atau tertipu, penting mengetahui cara membedakan logam mulia asli dari logam campuran ini.

Kenapa Kuningan Sering Disangka Emas?

Kuningan adalah logam paduan (alloy) yang terbentuk dari campuran tembaga dan seng. Warna kuning keemasannya membuat logam ini sering dijadikan bahan perhiasan, dekorasi, atau aksesori. Namun, berbeda dengan emas, kuningan tidak memiliki nilai investasi dan mudah mengalami perubahan warna.

Sementara emas merupakan logam mulia murni yang bernilai tinggi, tahan karat, dan diakui secara global sebagai aset berharga. Karena tampilannya mirip, banyak orang kesulitan membedakan keduanya hanya dengan melihat sekilas.

6 Cara Mudah Membedakan Emas Asli dan Kuningan

1. Lihat Warna dan Kilauannya

Emas memiliki warna kuning cerah dengan kilau stabil dan tidak kusam. Sementara kuningan tampak lebih gelap, kadang keperakan atau kemerahan tergantung campuran logamnya. Kilauan kuningan juga cepat memudar jika sering terpapar udara lembap.

Baca Juga :  Daftar Kode Redeem Nikke Februari 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

2. Perhatikan Bobotnya

Logam emas jauh lebih padat dibandingkan kuningan. Jika dua benda tampak sama ukurannya, namun salah satunya terasa lebih berat dan solid, kemungkinan besar itulah emas. Sebaliknya, kuningan terasa lebih ringan saat digenggam.

3. Cek Kode Karat di Permukaan

Emas asli selalu memiliki tanda kadar karat yang diukir halus, seperti 750 (18 karat), 916 (22 karat), atau 999 (24 karat). Kuningan tidak memiliki kode tersebut — kadang hanya tertulis “brass” atau bahkan tanpa tanda sama sekali.

4. Gunakan Tes Gores di Keramik Kasar

Metode sederhana ini bisa dilakukan di rumah. Gosokkan bagian logam pada keramik yang tidak berglasir.

  • Jika meninggalkan goresan berwarna kuning keemasan, berarti itu emas.

  • Jika goresannya hitam, berarti kuningan.

Namun, lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan logam.

5. Bandingkan Harganya di Pasaran

Harga menjadi indikator paling mudah. Emas memiliki nilai jual tinggi dan harganya ditentukan per gram sesuai standar global. Jika Anda menemukan “emas” dengan harga terlalu murah, hampir pasti itu bukan logam mulia, melainkan kuningan atau imitasi lainnya.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 16 Januari 2026: UBS Terkoreksi, Galeri24 Bertahan Stabil

6. Tes Cairan Asam Nitrat (Tes Kimia)

Uji ini biasanya dilakukan di toko emas. Teteskan sedikit asam nitrat pada permukaan logam:

  • Emas asli tidak akan bereaksi sama sekali.

  • Kuningan akan menimbulkan gelembung atau berubah warna menjadi kehijauan.

Karena menggunakan bahan kimia, uji ini sebaiknya dilakukan oleh profesional untuk menghindari kerusakan.

Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

Jawabannya sudah pasti: emas asli. Nilainya terus meningkat seiring waktu dan diakui di seluruh dunia sebagai aset safe haven. Emas juga mudah dijual kembali dan sering dijadikan pelindung nilai terhadap inflasi.

Sementara kuningan lebih cocok untuk kebutuhan industri atau hiasan karena nilainya tidak stabil dan tidak memiliki nilai investasi. Jika tujuan Anda adalah melindungi kekayaan, emas tetap menjadi pilihan terbaik.

Membedakan emas dan kuningan sebenarnya tidak sulit jika Anda memperhatikan detail kecil seperti warna, bobot, tanda karat, hingga reaksi terhadap asam. Dengan mengenali perbedaannya, Anda bisa terhindar dari penipuan atau pembelian yang merugikan. (Tim)

Berita Terkait

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen
Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id
AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan
Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026
Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Pemerintah Tetapkan Lebaran 21 Maret 2026
Michael Bambang Hartono Wafat di Singapura, Dunia Usaha Indonesia Berduka
Harga BBM Terbaru 19 Maret 2026: Pertamax Naik, Pertalite Tetap
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:00 WIB

Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:00 WIB

Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia

Berita Terbaru

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki keluar dari Kampus Universitas Muhammadiyah usai memberikan sambutan pada momen Idul Fitri Jamaah Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026). (KOMPAS.com)

Nasional

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Mar 2026 - 16:00 WIB

Uilliam Barros dihukum skorsing dua pertandingan karena terkena kartu merah di laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/@uilliambarros94)

Nasional

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Jumat, 20 Mar 2026 - 14:00 WIB