BPS Ungkap Penyebab Utama Kenaikan Harga Emas, Tembus Titik Tertinggi di November 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga emas (Foto: Freepik)

Ilustrasi harga emas (Foto: Freepik)

Britainaja, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan adanya tren kenaikan signifikan pada harga emas dunia. Ia menyebut bahwa periode Oktober hingga November 2025 menjadi titik tertinggi yang di capai harga komoditas logam mulia ini di bandingkan dengan periode sebelumnya.

Data yang di kumpulkan BPS menunjukkan adanya lonjakan aktivitas perdagangan. Volume penjualan emas PT ANTAM Tbk, terhitung sejak Januari hingga September 2025, tercatat mencapai 34.164 kilogram atau setara dengan 1.098.398 troy ounce. Jumlah ini menandai peningkatan sebesar 20 persen di bandingkan volume penjualan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Amalia menjelaskan, pemicu utama di balik lonjakan permintaan dan kenaikan harga adalah ketidakstabilan geopolitik dan geoekonomi di tingkat global. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, emas secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven atau tempat berlindung yang paling aman bagi para investor.

Baca Juga :  SPayLater Dorong Akses Keuangan Digital yang Lebih Inklusif di Indonesia

“Investor mengalihkan aset ke emas, itu sebabnya tekanan global sangat mempengaruhi kenaikan harga emas,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025). Pergerakan aset investasi inilah yang menciptakan permintaan tinggi dan mendorong harga emas terus merangkak naik.

Di sisi domestik, kenaikan harga emas internasional secara langsung terasa oleh konsumen di Indonesia. Dampak ini terlihat nyata pada data inflasi Oktober 2025, di mana komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama lonjakan inflasi.

Amalia mencatat, emas memberikan kontribusi inflasi sebesar 52,76 persen secara year-on-year (Oktober 2025 di bandingkan Oktober 2024). Ia menambahkan bahwa besarnya kontribusi emas terhadap total inflasi sangat bergantung pada bobot komoditas tersebut dalam perhitungan keranjang konsumsi rumah tangga.

Baca Juga :  Kode Redeem Blox Fruits 23 Januari 2026: Klaim Boost XP dan Reset Stat Gratis!

“Ini adalah inflasi emas Oktober 2025 di bandingkan Oktober 2024, dan kenaikannya sangat signifikan,” tegas Kepala BPS, menggarisbawahi betapa tajamnya kenaikan yang terjadi.

Meskipun demikian, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menegaskan bahwa secara umum, inflasi nasional sebenarnya masih dapat dikatakan terkendali, terutama jika komoditas emas di keluarkan dari perhitungan. Menurutnya, produksi maupun distribusi bahan pangan pokok di bulan berjalan tidak mengalami persoalan besar.

Bima Arya mengemukakan bahwa kenaikan inflasi lebih banyak di kontribusikan oleh faktor global dan kecenderungan investasi alternatif. “Kalau kita lihat data pengendalian inflasi tanpa emas month to month, tidak ada hal signifikan terkait produksi, distribusi, atau komoditas,” jelas Bima, menyimpulkan bahwa faktor global menjadi penentu utama lonjakan inflasi saat ini. (Tim)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Anjlok Jelang Lebaran, Turun Hingga Rp110.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini 19 Maret 2026: Antam di Bawah Rp3 Juta, UBS dan Galeri24 Stabil
Eksekusi Lahan Hotel Sultan Tetap Berjalan Meski Ada Gugatan
Antam Melemah, Lakuemas Menguat, Update Harga Emas Hari Ini Rabu, 18 Maret 2026
Harga Emas Antam Hari Ini, 17 Maret 2026: Rp2.992.000/Gram
Harga Emas Turun di Bawah US$5.000, Tekanan dari Krisis Timur Tengah
Harga Emas Antam Turun Rp62.000 Sepekan, Buyback Ikut Melemah
Harga Emas Antam Stabil, Investasi Aman di Tengah Gejolak Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Anjlok Jelang Lebaran, Turun Hingga Rp110.000 per Gram

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 19 Maret 2026: Antam di Bawah Rp3 Juta, UBS dan Galeri24 Stabil

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

Eksekusi Lahan Hotel Sultan Tetap Berjalan Meski Ada Gugatan

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:00 WIB

Antam Melemah, Lakuemas Menguat, Update Harga Emas Hari Ini Rabu, 18 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini, 17 Maret 2026: Rp2.992.000/Gram

Berita Terbaru

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki keluar dari Kampus Universitas Muhammadiyah usai memberikan sambutan pada momen Idul Fitri Jamaah Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026). (KOMPAS.com)

Nasional

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Mar 2026 - 16:00 WIB

Uilliam Barros dihukum skorsing dua pertandingan karena terkena kartu merah di laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/@uilliambarros94)

Nasional

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Jumat, 20 Mar 2026 - 14:00 WIB