BKPSDM Sungai Penuh Intai ASN yang Cuma Numpang Absen

Akal-akalan Aplikasi Fake GPS Jadi Sorotan Utama

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASN Kota Sungai Penuh Mengikuti Upacara di Lapangan Merdeka.

ASN Kota Sungai Penuh Mengikuti Upacara di Lapangan Merdeka.

SUNGAI PENUH, Britainaja – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh tidak tinggal diam melihat ulah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nakal.

Lembaga ini sekarang tengah membidik sejumlah pegawai yang kedapatan makan gaji buta: datang pagi hanya untuk absen, lalu langsung pulang atau keluyuran tanpa menyelesaikan pekerjaan mereka.

Tindakan malas tersebut jelas mencederai rasa keadilan masyarakat yang mendambakan pelayanan publik prima. Lebih parah lagi, tim pengawas juga menemukan indikasi kuat bahwa sejumlah oknum nekat memanipulasi data lokasi (GPS) pada aplikasi absensi elektronik agar tetap tercatat hadir di kantor.

Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Affan, membenarkan kabar miring tersebut. Pihaknya kini sudah mengantongi sejumlah nama dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diduga kuat melakukan praktik curang ini.

Modus Datang Pagi dan Sore Saja

Affan menjelaskan secara gamblang bagaimana cara kerja para oknum ini. Mereka sengaja datang pagi-pagi buta agar wajah mereka terekam oleh sistem absensi digital. Begitu urusan absen selesai, mereka langsung melenggang pergi meninggalkan kantor.

“Kami memang tidak memasang CCTV di semua sudut kantor. Namun, laporan dari masyarakat dan internal pemerintah sangat valid. Mereka datang pagi untuk absen, lalu menghilang, dan baru menampakkan batang hidungnya saat jam pulang sore hari demi menggugurkan kewajiban absen,” ungkap Affan.

Baca Juga :  Panduan Liburan Keluarga ke Bali Tanpa Biaya Mahal: Tips Hemat Menikmati Surga Tropis

Meski begitu, BKPSDM memilih untuk tidak gegabah. Mereka sedang memverifikasi seluruh informasi dari berbagai sumber secara mendalam sebelum menjatuhkan sanksi.

Tim Khusus Jalankan Pengawasan Rahasia

BKPSDM bergerak cepat karena tidak ingin uang rakyat habis untuk menggaji pegawai yang malas. Saat ini, tim khusus sedang menjalankan pengawasan secara tertutup di seluruh instansi pemerintah.

Tim ini bertugas memantau pergerakan para ASN secara rahasia dan mencocokkan kehadiran fisik mereka dengan data yang tertera pada sistem absensi elektronik. Langkah senyap ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti otentik yang kuat, sehingga keputusan akhir nanti tetap objektif, adil, dan sesuai dengan aturan hukum.

Manipulasi GPS Jadi Catatan Merah

Tantangan terbesar BKPSDM saat ini adalah kemunculan aplikasi tiruan yang oknum pegawai gunakan untuk mengelabui sistem. Fenomena manipulasi GPS ini menjadi catatan merah karena merusak sistem integritas digital yang sedang pemerintah bangun.

Baca Juga :  Kodim 0417/ Kerinci Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri

“Persoalan absensi ini sangat serius. Kami memberikan perhatian khusus pada kasus manipulasi GPS ini. Tindakan tersebut sudah masuk dalam kategori pelanggaran berat terhadap integritas,” tegas Affan.

Sanksi Tegas Menanti: Dari Teguran hingga Pemecatan

Disiplin pegawai adalah kunci utama dari pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Ketika seorang ASN hanya memikirkan absensi tanpa mempedulikan tugasnya, masyarakatlah yang paling merugi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah menjadi taruhannya.

Oleh karena itu, Peraturan Pemerintah tentang Disiplin PNS siap menjerat para pelanggar. BKPSDM akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai tingkat kesalahan yang bersangkutan, meliputi:

  • Teguran lisan dan tertulis.
  • Pernyataan tidak puas dari pimpinan.
  • Penundaan kenaikan pangkat serta penurunan penghasilan.
  • Pencopotan dari jabatan (demosi).
  • Pemberhentian tidak dengan hormat alias pemecatan.

Melalui pengawasan ketat ini, Affan juga meminta seluruh Kepala OPD untuk memperketat pengawasan internal di lingkungan kerja masing-masing. Kepala dinas wajib memastikan seluruh bawahannya benar-benar berada di meja kerja selama jam operasional berlangsung agar budaya kerja ASN kembali bersih, profesional, dan sepenuhnya melayani masyarakat. (Tim)

Berita Terkait

Update CPNS 2026 Sungai Penuh: Pemkot Ajukan 31 Formasi, Tunggu Juknis Resmi Pusat
Sukses Benahi Pendidikan, Pemkot Sungai Penuh Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Resmi Diperpanjang
Gerakan Bersih Masjid, Kebersihan Rumah Ibadah Bagian Dari Budaya Bersama
Warung Buk Dorlan Tebar Keberkahan, Bagikan 100 Paket Nasi dan Jus Gratis di Sungai Penuh
BKPSDM Sungai Penuh Jemput Bola Kebut Persetujuan 31 Formasi CPNS Nakes 2026
Marak Modus Catut BKPSDM Sungai Penuh, Calon Pensiunan PNS Wajib Cek Ini
Ny. Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Lomba PKK Tingkat Provinsi Jambi
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Sukses Benahi Pendidikan, Pemkot Sungai Penuh Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Resmi Diperpanjang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gerakan Bersih Masjid, Kebersihan Rumah Ibadah Bagian Dari Budaya Bersama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warung Buk Dorlan Tebar Keberkahan, Bagikan 100 Paket Nasi dan Jus Gratis di Sungai Penuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:05 WIB

BKPSDM Sungai Penuh Jemput Bola Kebut Persetujuan 31 Formasi CPNS Nakes 2026

Berita Terbaru

Tarian saat Kenduri SKO Belui. (Foto: FB @Milenial Monadi)

Kerinci

Kerinci 2026: Merawat Tradisi di Lembah Para Leluhur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:02 WIB

PPPK menerima SK. ist

Nasional

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:46 WIB