Anafilaksis: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan yang Perlu Diketahui

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Britainaja, JakartaAnafilaksis merupakan reaksi alergi berat yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan mengancam nyawa. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis sehingga penanganan cepat sangat menentukan keselamatan pasien.

Pada anak-anak, penyebab tersering anafilaksis adalah alergi makanan. Reaksi bisa muncul setelah mengonsumsi bahan tertentu seperti kacang, susu, atau makanan laut. Meski begitu, anafilaksis juga dapat di picu faktor lain, misalnya obat-obatan atau sengatan serangga.

Tanda pertama anafilaksis biasanya muncul pada kulit, seperti bentol, biduran, atau gatal-gatal. Dalam hitungan menit, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius.

Pembengkakan di bibir, lidah, hingga tenggorokan sering kali menyertai. Kondisi ini berbahaya karena dapat menghambat jalannya pernapasan. Pada kasus yang lebih parah, penderita mengalami sesak napas, suara mengi, bahkan kehilangan kesadaran akibat penurunan tekanan darah secara drastis.

Dokter spesialis anak, Endah Citraresmi dari RSAB Harapan Kita, dalam Seminar Media IDAI bertema “Alergi Makanan Pada Anak: Bagaimana Mengenali dan Mengatasinya” menegaskan, anafilaksis bisa berkembang sangat cepat. Bila tidak di tangani segera, pasien berisiko mengalami syok anafilaksis.

Baca Juga :  Cek Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 30 Desember 2025, Borong Primogems Gratis!

Syok ini terjadi ketika tekanan darah turun drastis, membuat aliran darah ke organ vital terganggu. Tanpa penanganan medis, kondisi tersebut dapat berujung fatal. Karena itu, setiap gejala awal harus segera di tangani dengan langkah pertolongan pertama sebelum pasien di bawa ke fasilitas kesehatan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Menurut Endah, upaya pencegahan dapat di lakukan dengan mengenali sejak dini alergen pemicu. Orang tua di sarankan mencatat riwayat alergi anak dan menghindarkan mereka dari paparan makanan atau zat yang berisiko.

Selain itu, penting pula menyiapkan langkah darurat. Misalnya, menyediakan obat penanganan alergi sesuai anjuran dokter, serta mengetahui prosedur pertolongan pertama bila gejala anafilaksis muncul. Edukasi kepada keluarga, guru, maupun pengasuh anak juga menjadi bagian penting agar penanganan bisa di lakukan lebih cepat.

Apabila terjadi serangan anafilaksis, pasien wajib segera di bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Dokter akan memberikan perawatan intensif sesuai kondisi pasien, termasuk pemberian obat untuk menstabilkan tekanan darah dan membuka saluran pernapasan.

Baca Juga :  Cara Meriahkan Hari Guru Sedunia 2025 dengan Twibbon

Penundaan pertolongan dapat memperbesar risiko kematian. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal anafilaksis sangat di butuhkan.

Kasus anafilaksis sering kali tidak di sadari karena gejalanya mirip dengan alergi biasa. Padahal, perbedaan utamanya terletak pada kecepatan gejala berkembang dan dampak fatal yang di timbulkan.

Peningkatan kesadaran publik melalui edukasi menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko. Pemerintah, tenaga medis, serta masyarakat perlu bekerja sama dalam menyebarkan informasi mengenai bahaya anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang berkembang cepat dan bisa mengancam jiwa. Gejalanya meliputi biduran, pembengkakan pada area wajah dan tenggorokan, sesak napas, hingga syok akibat tekanan darah turun drastis.

Pencegahan dapat di lakukan dengan mengenali alergen sejak dini, menghindari paparan, dan menyiapkan langkah darurat. Penanganan medis secepat mungkin menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa pasien. (Tim)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako
Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek
Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen
Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id
AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan
Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026
Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:00 WIB

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB