Kripto Global Diproyeksikan Stagnan hingga Akhir 2025 di Tengah Sentimen The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kripto. (Foto: Freepik)

Ilustrasi Kripto. (Foto: Freepik)

Britainaja – CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, memperkirakan perdagangan kripto global akan memasuki fase konsolidasi hingga penghujung tahun 2025. Proyeksi ini didasari oleh sikap wait and see (menanti dan melihat) para pelaku pasar global di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi makro.

Pada Sabtu ini, harga Bitcoin (BTC) mengalami pelemahan signifikan, di perdagangkan di sekitar angka $84.537,42. Pelemahan harga ini, menurut Calvin, terutama dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menunda rencana pemotongan suku bunga yang sebelumnya diprediksi terjadi pada Desember.

Efek Data Ketenagakerjaan AS terhadap Suku Bunga Global

Kekhawatiran pasar semakin di perkuat setelah rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil di atas ekspektasi. Data menunjukkan adanya penambahan 119.000 tenaga kerja pada September, jauh melampaui proyeksi 50.000.

Menguatnya data pekerjaan ini membuat pasar kembali meragukan prospek penurunan suku bunga oleh The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas pemotongan suku bunga pada Desember kini hanya berada di kisaran 40 persen.

Pasar Kripto Domestik Tetap Resilien

Meskipun volatilitas global turut memengaruhi pasar domestik, Calvin Kizana menegaskan bahwa pasar kripto Indonesia menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Ia menyebut bahwa meski nilai transaksi mengalami penurunan, minat masyarakat terhadap aset digital tetap tinggi.

Baca Juga :  Emas Antam dan Galeri 24 Kompak Menguat: Harga Naik Puluhan Ribu dalam Sepekan

“Volatilitas yang terjadi di pasar global memang memengaruhi aktivitas perdagangan di Indonesia. Namun, menariknya adalah meskipun nilai transaksi turun, jumlah pengguna kripto di Indonesia terus meningkat,” ujar Calvin, seperti dilansir Antara, Sabtu, 22 November 2025. Ia menambahkan bahwa ini adalah sinyal kepercayaan publik yang tetap terjaga meskipun pasar sedang memasuki fase pendinginan.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp409,56 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2025, turun 13,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, jumlah pengguna kripto justru melonjak menjadi 18,61 juta pada September 2025, menandakan peningkatan konsisten di atas 3 persen setiap bulannya.

Belum Masuk Fase Bearish Struktural

Situasi ini mengindikasikan bahwa investor lokal tidak meninggalkan pasar, melainkan memilih untuk lebih berhati-hati dalam menambah portofolio. Pasar domestik dinilai tetap resilien di tengah tekanan dari luar.

Calvin menjelaskan bahwa saat ini belum ada konfirmasi pasar memasuki fase bearish (tren menurun) struktural. “Banyak indikator on-chain, adopsi pengguna, dan aktivitas pengembang masih stabil. Kondisinya lebih menggambarkan pendinginan pasar daripada pembalikan tren besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Meraup Cuan Sambil Main Game: Daftar Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026

Pemerintah juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas melalui kebijakan perpajakan, rencana implementasi bursa aset kripto tambahan, dan program edukasi publik. Upaya ini diyakini akan memperkuat fondasi ekosistem aset digital di Indonesia.

Prospek 2026 dan Antisipasi Risiko

Untuk tahun 2026, Calvin melihat pasar memiliki peluang untuk bergerak lebih terarah. Skenario pemulihan mungkin terjadi jika kondisi makro global membaik, yang mencakup potensi penurunan suku bunga, peningkatan selera risiko investor, dan masuknya likuiditas baru. Selain itu, siklus empat tahunan pasca-halving yang secara historis mendorong penguatan harga juga dapat menjadi pendorong tambahan.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar investor tetap mengantisipasi risiko. Jika tekanan makro berlanjut, pasar memiliki potensi untuk bergerak sideways (mendatar) dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Calvin menutup pesannya dengan nada optimis namun penuh kehati-hatian. Ia menekankan perlunya investor untuk tetap waspada, melakukan analisis, dan memahami risiko. “Minat masyarakat Indonesia terus tumbuh, yang menjadi sinyal positif bahwa ekosistem kripto global di Indonesia semakin matang dan siap berkembang dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Waspada Scam! Ini Daftar Aplikasi Penghasil Uang Resmi OJK & Play Store 2026
Modal HP Doang! Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis dari Game Penghasil Uang Terbaru Maret 2026
5 Rekomendasi Situs Jual Beli Mobil Bekas Terpercaya di Indonesia
Lazada Ungkap Data Terbaru: Penjualan Elektronik Meroket Tajam Menjelang Hari Raya
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Kenaikan Signifikan Bikin Koleksi Logam Mulia Makin Mahal
Modal HP Doang! Rekomendasi Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis yang Aman dan Resmi
Buru Saldo DANA Gratis Rp 75.000? Simak Fakta di Balik Link Viral Hari Ini
5 Aplikasi Saham Terbaik 2026 yang Paling Aman untuk Investor Pemula
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 06:30 WIB

Waspada Scam! Ini Daftar Aplikasi Penghasil Uang Resmi OJK & Play Store 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:30 WIB

Modal HP Doang! Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis dari Game Penghasil Uang Terbaru Maret 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:00 WIB

5 Rekomendasi Situs Jual Beli Mobil Bekas Terpercaya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:00 WIB

Lazada Ungkap Data Terbaru: Penjualan Elektronik Meroket Tajam Menjelang Hari Raya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:30 WIB

Update Harga Emas Antam Hari Ini: Kenaikan Signifikan Bikin Koleksi Logam Mulia Makin Mahal

Berita Terbaru

Toyota Kijang Kapsul 2026 Siap Aspal dengan Mesin Modern

Otomotif

Toyota Kijang Kapsul 2026 Siap Aspal dengan Mesin Modern

Selasa, 3 Mar 2026 - 19:26 WIB