Britainaja – Mengasuh buah hati bukanlah tugas ibu semata. Para ayah juga memegang peranan penting untuk hadir dan sigap mengurus si kecil, termasuk saat ia menangis. Selain meringankan beban pasangan, keterlibatan aktif ini mampu mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak.
Tangisan merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaannya. Baik saat merasa lapar, mengantuk, popok basah, merasa kesepian, hingga merasa bosan, si kecil akan mengutarakannya lewat tangisan. Dalam sehari, akumulasi waktu menangis bayi bahkan bisa mencapai sekitar 2 jam.
Mendengar tangisan si kecil yang tiada henti memang kerap memicu rasa khawatir atau panik pada ayah. Namun, sebagai penopang keluarga, ayah bisa mempelajari keterampilan menenangkan bayi secara bertahap.
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa ayah terapkan saat si kecil mulai rewel:
- Cari Tahu Penyebab Tangisan
Sebelum mencoba meredakan tangisan, identifikasi dulu pemicunya. Cobalah memeriksa popoknya terlebih dahulu. Jika popok sudah penuh atau basah, segera ganti dengan yang baru agar si kecil merasa bersih dan nyaman kembali.
Jika popok bersih, coba cek apakah ia merasa lapar. Cuci tangan sampai bersih, lalu dekatkan jari tangan ke area mulutnya. Jika ia merespons dengan menjilat atau mengisap jari, itu pertanda si kecil membutuhkan ASI atau susu.
- Perdegarkan Suara yang Menenangkan
Saat berada di dalam kandungan, bayi terbiasa mendengar ritme suara seperti detak jantung dan alur pencernaan ibu. Oleh karena itu, suara lembut berirama konstan (white noise) bisa membuatnya merasa lebih tenang. Ayah bisa memperdengarkan suara kipas angin, gemericik air, atau musik pengantar tidur berirama pelan. Ayah juga dapat merekam suara-suara tersebut untuk diputar kembali saat ia rewel.
- Gendong dan Ayun Perlahan
Dekapan hangat ayah memberikan rasa aman yang luar biasa. Sandarkan si kecil di bahu ayah, lalu gunakan kain gendongan agar lebih nyaman. Ayunkan tubuh secara perlahan sambil menyanyikan lagu anak berirama lembut. Kombinasi hangat tubuh dan denyut jantung ayah akan membuat si kecil merasa tenang hingga tertidur lelap.
- Balut dengan Bedong
Membedong bayi memberi sensasi hangat yang menyerupai suasana di dalam rahim ibu. Gunakan kain berbahan lembut dan bersih, lalu balut tubuhnya secara perlahan tanpa mengikatnya terlalu ketat.
- Hibur dengan Ekspresi Lucu
Alihkan rasa tidak nyaman si kecil dengan menyajikan hiburan sederhana. Ayah bisa membuat suara-suara unik, menirukan gestur lucu, atau menunjukkan ekspresi wajah yang mengundang tawa sampai ia kembali ceria.
- Alihkan Perhatiannya
Saat suasana hati si kecil sedang buruk, alihkan fokusnya ke hal lain yang menyenangkan. Berikan mainan kesayangannya atau tunjukkan benda-benda menarik di sekitar ruangan.
- Berikan Belai dan Pijatan Lembut
Sentuhan fisik langsung terbukti ampuh memberikan efek relaksasi. Usap atau pijat lembut area pipi, perut, punggung, atau kakinya. Untuk bayi yang belum berusia satu bulan, hindari pemakaian minyak pijat atau losion secara berlebihan.
- Gunakan Dot (Empeng)
Mengisap refleks alami yang bisa menenangkan bayi. Ayah bisa memberikan dot jika ia terus menangis. Namun, perhatikan aturan pakainya: tunda pemberian dot jika si kecil belum genap berusia 4 minggu, dan batasi pemakaiannya ketika usianya menginjak 6 bulan untuk menjaga kesehatan gigi serta telinga.
- Beri Jeda Sejenak
Terkadang, bayi menangis bukan karena sakit atau tidak nyaman, melainkan hanya ingin perhatian lebih dari orang tuanya. Jika semua kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, ayah boleh membiarkannya menangis sejenak. Tetaplah berada di dekatnya sambil memberikan tatapan hangat atau mengajaknya ngobrol. Setelah ia merasa lega, barulah dekap dan hibur si kecil kembali.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Pengenalan pola rewel si kecil membutuhkan kesabaran dan proses. Jika ayah sudah mencoba berbagai cara namun tangisan si kecil justru makin melengking, tidak wajar, atau disertai gejala fisik seperti demam dan muntah, segera konsultasikan dengan dokter atau spesialis anak untuk mendeteksi kemungkinan kondisi medis seperti kolik atau infeksi. (Tim)






