Britainaja — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan besar ini ia ambil demi fokus memulihkan kesehatan dan menjalani pengobatan jantung.
Nanik menyampaikan pamit secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026). Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan kabar pengunduran diri tersebut.
“Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau sekaligus mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Dirgayuza.
Dedikasi Singkat yang Merubah Fondasi
Dirgayuza, yang mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014, membagikan kesannya terhadap sosok pejuang sosial tersebut. Menurutnya, Nanik selalu bergerak cepat dan tidak pernah tinggal diam saat melihat masyarakat menghadapi ketidakadilan atau kesulitan hidup.
Meskipun baru menjabat sejak dilantik pada 8 Juni 2026 lalu, Nanik langsung tancap gas. Hanya dalam waktu satu setengah bulan memimpin BGN, ia berhasil membongkar berbagai masalah krusial sekaligus meletakkan fondasi perbaikan lembaga.
Ia juga menyaksikan secara langsung dampak nyata program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi roda ekonomi rakyat kecil. Ketika program MBG sempat berhenti selama tiga minggu libur sekolah, dampak ekonomi begitu terasa:
-
Petani dan peternak mengeluhkan hasil produksi mereka yang mendadak tidak terserap pasar.
-
Pedagang pasar terpaksa membuang sayur dan buah segar karena kehilangan pembeli langganan.
Sekilas Pelantikan Pejabat BGN
Sebelumnya, Presiden melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, bersama dua pejabat pendampingnya:
-
Agustina Arumsari (Wakil Kepala BGN)
-
Mayjen (Purn) Trenggono (Wakil Kepala BGN)
Kini, fokus utama Nanik tertuju penuh pada proses pemulihan kesehatannya, sembari meninggalkan jejak kerja cepat yang signifikan bagi penguatan gizi masyarakat Indonesia. (Tim)






