Britainaja – Banyak orang mengira bahwa benjolan di leher hanya berbahaya jika memicu rasa sakit. Faktanya, benjolan yang muncul tanpa rasa nyeri justru menyimpan potensi bahaya yang lebih besar. Kondisi ini sering kali menjadi tanda awal adanya gangguan pada kelenjar tiroid, termasuk ancaman penyakit kanker tiroid.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, menegaskan bahwa tidak semua benjolan pada kelenjar tiroid bersifat ganas. Meski demikian, Anda tetap harus segera memeriksakan setiap benjolan baru di area leher ke dokter spesialis untuk mengetahui penyebab pastinya secara medis.
“Saat kelenjar tiroid mengalami gangguan, tubuh akan mengirimkan berbagai sinyal penanda. Anda mungkin akan merasakan jantung berdebar kencang, mudah berkeringat, berat badan turun drastis, atau merasa gelisah. Sebaliknya, gangguan tiroid juga bisa membuat Anda mudah mengantuk, mengalami kenaikan berat badan, kulit kering, hingga tubuh terasa sangat lemas,” jelas dr. Martha.
Beliau juga menambahkan bahwa gejala gangguan tiroid sangat bervariasi dan berbeda pada setiap individu. Oleh karena itu, Anda memerlukan pemeriksaan medis yang komprehensif untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Deteksi Dini Menyelamatkan Nyawa
Kanker tiroid pada stadium awal sering kali menyelinap tanpa menunjukkan gejala yang khas. Alasan inilah yang membuat sebagian besar pasien baru datang menemui dokter setelah kondisi penyakit mereka berkembang jauh atau memasuki stadium lanjut.
Masyarakat harus waspada jika benjolan di leher tumbuh semakin membesar, teksturnya terasa mengeras, atau muncul bersamaan dengan suara serak, kesulitan menelan makanan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di area sekitar leher. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena menganggap remeh benjolan tersebut. Langkah deteksi dini sangat membantu tim dokter dalam memberikan terapi yang akurat sejak awal masa diagnosis.
Untuk mengupas tuntas penyebab benjolan, dokter akan merekomendasikan serangkaian pemeriksaan penunjang. Prosedur ini meliputi tes darah untuk memantau fungsi tiroid secara berkala, pemeriksaan Ultrasonografi (USG) tiroid, hingga tindakan biopsi aspirasi jarum halus atau Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) jika tim medis menemukan indikasi keganasan.
Inovasi Terapi Presisi Kedokteran Nuklir
Ketika hasil diagnosis memastikan adanya kanker tiroid, tim dokter biasanya akan mengambil tindakan operasi pengangkatan kelenjar tiroid (thyroidectomy). Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis kini menawarkan solusi lanjutan yang jauh lebih nyaman bagi pasien.
Setelah menjalani operasi, pasien dapat melanjutkan proses penyembuhan melalui terapi radioaktif iodin. Metode modern ini mampu menghancurkan sisa-sisa sel maupun jaringan kanker tiroid secara tuntas tanpa membutuhkan tindakan pembedahan tambahan yang invasif.
“Terapi radioaktif iodin menjadi salah satu terobosan penting yang mengubah lanskap penanganan kanker tiroid karena sifatnya yang minimal invasif. Terapi ini memanfaatkan radioaktif iodin yang terserap secara spesifik oleh sel tiroid untuk mematikan sisa sel kanker dengan akurasi tinggi,” ungkap dr. Lim Andreas, SpKN, dokter spesialis kedokteran nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Menurut dr. Lim, terapi inovatif ini terbukti efektif meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan risiko kekambuhan kanker di masa depan. Pasca-terapi, pasien juga akan menjalani pemantauan medis secara berkala untuk mengevaluasi respons tubuh dan memastikan tidak ada penyebaran sel kanker ke organ lain.
Fasilitas Mutakhir untuk Evaluasi Kanker secara Menyeluruh
Mayapada Hospital Jakarta Selatan menghadirkan layanan inovatif Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center guna mendukung akurasi diagnosis dan evaluasi kanker secara presisi. Pusat layanan medis ini mengandalkan teknologi canggih berupa PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan.
Kedua alat pemindaian mutakhir ini memiliki kemampuan menghasilkan pencitraan seluruh tubuh (whole-body imaging) secara lebih tajam dan detail. Unggulnya lagi, teknologi ini mampu memangkas waktu pemeriksaan menjadi lebih cepat, menciptakan alur perawatan yang lebih terarah, serta menghasilkan paparan radiasi yang jauh lebih rendah (low radiation) jika dibandingkan dengan fasilitas sejenis di Indonesia.
Hingga saat ini, hanya kurang dari 10 rumah sakit di seluruh Indonesia yang memiliki fasilitas kedokteran nuklir secanggih ini. Keunggulan tersebut memberikan rasa aman yang tinggi, terutama bagi pasien yang harus menjalani evaluasi pemindaian secara berulang untuk meminimalkan efek samping jangka panjang.
Mayapada Hospital mengintegrasikan layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan ini dengan Oncology Center dalam satu ekosistem penanganan kanker terpadu bernama Comprehensive Cancer Care. Melalui sistem ini, pasien akan didampingi oleh Tumor Board—sebuah tim dokter multidisiplin yang merancang rencana pengobatan secara personal—serta Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk menemani seluruh perjalanan kesembuhan pasien.
Bagi Anda atau keluarga yang membutuhkan pemeriksaan akurat, Anda dapat menjadwalkan konsultasi bersama dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir melalui call center resmi di nomor 150770 atau memesan langsung lewat aplikasi MyCare. Jika Anda menghadapi situasi darurat yang butuh penanganan instan, call center darurat Mayapada Hospital siaga 24 jam di nomor 150990, atau Anda cukup menekan tombol darurat di dalam aplikasi MyCare untuk mendapatkan pertolongan medis dengan cepat. (Tim)






