Britainaja – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menerima kunjungan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, Selasa (02/6/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini membahas optimalisasi promosi digital, kesiapan infrastruktur publik, hingga penguatan narasi sejarah lokal agar mampu menarik minat wisatawan serta investor dari Negeri Sakura secara masif.
Dalam diskusi tersebut, Ramlan Nurmatias mengupas tuntas kekayaan sejarah yang menjadi urat nadi Kota Bukittinggi. Kota ini bukan sekadar destinasi liburan, melainkan saksi bisu perjuangan bangsa. Bukittinggi pernah mengemban tugas berat sebagai Ibu Kota Negara saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948.
Bukittinggi juga merupakan tanah kelahiran sang Proklamator, Bung Hatta, serta menjadi pusat perkembangan bahasa melalui sejarah Ejaan Van Ophuijsen.
Sebagai magnet utama industri tour and travel di Sumatra Barat, Ramlan berharap pemerintah pusat memberikan kepercayaan lebih kepada Bukittinggi. Ia ingin kota pusaka ini menjadi tuan rumah untuk berbagai agenda internasional demi mendongkrak devisa negara.
Memahami Selera Wisatawan Jepang: Detail, Bersih, dan Pasti
Menanggapi potensi besar tersebut, Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, memberikan catatan penting. Wisatawan dan investor Jepang memiliki standar yang sangat spesifik dan tinggi sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung atau menanam modal.
Karakter masyarakat Jepang sangat menghargai kepastian informasi, kebersihan fasilitas umum, dan perencanaan perjalanan (itinerary) yang matang. Oleh karena itu, Kartini menyarankan Pemko Bukittinggi untuk segera menggandeng agensi travel profesional.
“Masyarakat Jepang itu sangat detail dan teliti. Mereka butuh kepastian sejak awal tentang hotel, tempat belanja, kebersihan toilet umum, hingga kualitas makanan. Jika kita bisa mengemas informasi pariwisata ini secara transparan dan mudah mereka akses lewat internet, Bukittinggi pasti jadi destinasi favorit di Asia,” jelas Kartini Sjahrir.
Kekuatan Storytelling dalam Promosi Digital
Kartini juga menekankan pentingnya teknik storytelling (penceritaan) dalam menjual objek wisata sejarah. Pemko Bukittinggi harus menerjemahkan kisah perjuangan kota ini ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang agar turis asing bisa merasakan ikatan emosional saat berkunjung.
Lewat sinergi yang kuat ini, Pemko Bukittinggi optimistis bisa menaikkan standar pelayanan publik mereka. Suksesnya promosi digital ini tidak hanya akan mendatangkan lebih banyak turis mancanegara, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang langsung memakmurkan ekonomi warga lokal. (Tim)






