Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp7.100 Triliun

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp7.100 Triliun di Awal 2025 (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia)

Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp7.100 Triliun di Awal 2025 (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia)

Britainaja, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa total utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal pertama 2025 mencapai USD430,4 miliar. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS, jumlah ini setara dengan lebih dari Rp7.100 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa secara tahunan, pertumbuhan ULN Indonesia tercatat sebesar 6,4 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan IV 2024 yang hanya tumbuh 4,3 persen.

Peningkatan juga terjadi pada ULN sektor pemerintah yang mencapai USD206,9 miliar, naik 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada akhir 2024, ULN pemerintah hanya tumbuh sebesar 3,3 persen.

Baca Juga :  Klaim Item Gratis! Daftar Kode Redeem Lands of Jail Terbaru Januari 2026

Pertumbuhan ini didorong oleh penarikan pinjaman serta meningkatnya aliran modal asing, khususnya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar internasional. Menurut BI, tren ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional meski dunia masih diliputi ketidakpastian.

BI menjelaskan bahwa utang luar negeri pemerintah dialokasikan untuk sektor-sektor strategis, seperti layanan kesehatan dan kegiatan sosial (22,4 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan, serta jaminan sosial wajib (18,5 persen), dan juga untuk bidang pendidikan (16,5 persen).

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat sebesar USD195,5 miliar. Namun, jumlah ini menunjukkan kontraksi 1,2 persen secara tahunan—sedikit membaik dibandingkan kontraksi 1,6 persen yang tercatat pada triwulan sebelumnya.

Baca Juga :  Gaji ke-13 Non-ASN 2026 Cair! Cek Syarat & Nominalnya di Sini

ULN swasta masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, serta sektor energi seperti listrik, gas, pertambangan, dan penggalian. Ketiga sektor tersebut menyumbang sekitar 79,6 persen dari total utang luar negeri swasta.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai bahwa posisi utang luar negeri Indonesia masih dalam kategori aman. Hal ini terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada pada level 30,6 persen. Selain itu, komposisi ULN juga sebagian besar berjangka panjang, yakni sebesar 84,7 persen dari total ULN nasional. (Tim)

Berita Terkait

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Berita Terbaru