Britainaja – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat kembali melakukan upaya penyelamatan Harimau Sumatera.
Upaya ini dilakukan setelah seekor satwa dilindungi tersebut berhasil masuk ke kandang jebak di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/2026) kemaren.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis, karena para petugas harus membawa Harimau Sumatera yang sudah dibius sejauh sekitar 200 meter melewati jalur hutan menuju kawasan permukiman warga.
Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, Polsek Palupuh, Koramil Lubuk Basung, dan masyarakat setempat terlibat langsung dalam proses penyelamatan satwa liar tersebut.
Menuju Lokasi yang Lebih Aman
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa seluruh proses evakuasi rampung pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kami membius harimau tersebut terlebih dahulu, kemudian membawanya menggunakan kain sarung menuju permukiman yang berjarak sekitar 200 meter,” ujar Ade pada Sabtu.
Tim medis kini merawat Harimau Sumatera tersebut di Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar, Koto Bukittinggi. Di sana, dokter hewan memantau secara ketat kondisi kesehatannya. Ade memastikan, jika hasil observasi menunjukkan kondisi fisik yang prima, mereka akan segera melepaskan kembali satwa ini ke habitat baru yang jauh lebih aman.
Langkah Terakhir Demi Keselamatan Bersama
Kehadiran harimau ini sebenarnya sudah memicu kekhawatiran warga di Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh selama beberapa pekan terakhir. Beberapa petani bahkan sempat berpapasan langsung dengan sang harimau saat tengah menggarap ladang dan sawah mereka.
Merespons keresahan itu, BKSDA memasang kandang jebak sejak Rabu (20/5/2026). Ketika petugas melakukan patroli rutin pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB, mereka mendapati pintu perangkap sudah tertutup rapat.
Di sepanjang jalan menuju lokasi, tim juga menemukan banyak jejak kaki baru. Kamera pengawas (camera trap) merekam momen saat harimau malang yang diperkirakan masih berusia di bawah dua tahun itu masuk ke dalam perangkap pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Kami memilih opsi evakuasi ini sebagai jalan terakhir. Kami sudah melakukan berbagai upaya mitigasi sebelumnya. Langkah ini wajib kami ambil agar satwa tersebut selamat dan masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa rasa takut,” tegas Ade.
Meskipun satu anak harimau sudah berhasil mereka amankan, BKSDA tetap menyiagakan personel di lapangan. Tim menduga masih ada harimau lain yang berkeliaran di sekitar hutan dan perkebunan warga.
Langkah pemantauan intensif ini akan terus berjalan selama beberapa hari ke depan demi mencegah konflik susulan dan memastikan keharmonisan antara manusia dan alam tetap terjaga. (Tim)






