Britainaja – Pertamina kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU Indonesia per Senin, 27 April 2026. Penyesuaian ini mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang terus bergerak.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memberikan tekanan besar pada harga energi global. Kondisi ini memaksa Pertamina mengambil langkah penyesuaian harga demi menjaga stabilitas penyediaan energi di dalam negeri.
Lonjakan Harga BBM Non-Subsidi
Memasuki pertengahan April 2026, masyarakat merasakan kenaikan signifikan pada tiga jenis BBM non-subsidi. Di wilayah Jawa Barat, perubahan harga terlihat sangat kontras dibandingkan bulan sebelumnya:
-
Pertamax Turbo: Kini mencapai Rp19.400 per liter (naik dari Rp13.100).
-
Dexlite: Menembus angka Rp23.600 per liter (naik tajam dari Rp14.200).
-
Pertamina Dex: Menyentuh Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500).
Sementara itu, harga Pertamax tetap stabil di angka Rp12.300 per liter dan Pertamax Green pada Rp12.900 per liter.
Kabar Baik untuk Pengguna BBM Subsidi
Meskipun harga dunia sedang bergejolak, pemerintah membawa kabar melegakan bagi pengguna Pertalite dan Biosolar. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026.
“Kami berkomitmen menjaga harga BBM subsidi tetap stabil meski harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel,” ungkap Purbaya dalam rapat kerja bersama DPR RI.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per Provinsi (27 April 2026)
Berikut adalah rincian harga di beberapa wilayah kunci. Harga dapat bervariasi antar daerah karena kebijakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) setempat.
| Wilayah | Pertalite | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
| DKI Jakarta / Jabar / Jatim | Rp10.000 | Rp12.300 | Rp19.400 | Rp23.600 | Rp23.900 |
| Aceh / Sumatera Utara | Rp10.000 | Rp12.600 | Rp19.850 | Rp24.150 | Rp24.450 |
| Riau / Kep. Riau | Rp10.000 | Rp12.900 | Rp20.250 | Rp24.650 | Rp24.950 |
| Kalimantan Selatan | Rp10.000 | Rp12.900 | Rp20.250 | Rp24.650 | Rp24.950 |
| Sulawesi Selatan | Rp10.000 | Rp12.600 | Rp19.850 | Rp24.150 | Rp24.450 |
| Papua | Rp10.000 | Rp12.600 | Rp19.850 | Rp24.150 | – |
(Untuk detail wilayah lain, silakan merujuk pada aplikasi MyPertamina atau situs resmi pertamina.com)
Mengapa Harga Non-Subsidi Berubah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi murni mengikuti mekanisme pasar global. Meskipun pemerintah sempat berupaya menahan kenaikan di awal April, tekanan pasar memaksa adanya penyesuaian di pertengahan bulan.
Pastikan Anda memantau harga secara berkala sebelum mengisi bahan bakar, mengingat harga BBM non-subsidi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi global. (Tim)






