Britainaja– Senyum bahagia terpancar dari wajah Agnes Aditya Rahajeng saat mahkota Puteri Indonesia 2026 resmi melingkar di kepalanya.
Perwakilan asal Banten ini sukses memukau dewan juri dan publik pada malam Grand Final yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/3/2026).
Agnes berhasil menyisihkan 45 finalis lainnya melalui jawaban-jawaban cerdas yang ia sampaikan dengan penuh ketenangan.
Kemenangan ini sekaligus mengukir sejarah baru, karena Agnes menjadi putri pertama asal Banten yang meraih gelar juara utama dalam sejarah ajang bergengsi ini.
Membawa Semangat Baru untuk Indonesia
Dengan kemenangan tersebut, Agnes kini mengemban tanggung jawab besar untuk meneruskan tugas dari pendahulunya, Firsta Yufi Amarta Putri.
Banyak pihak yang memang sudah menjagokan Agnes sejak awal kompetisi, mengingat ia memiliki latar belakang yang kuat sebagai kreator konten dan pengaruh positif di dunia fesyen.
Di babak final, Agnes bersaing ketat dengan Victoria Veronica Titisari Kosasieputri dari Bali yang akhirnya meraih posisi Runner-Up 1 sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026.
Selain itu, Karina Moudy Widodo dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2026, dan Gisela Belicia Alma Thesalonica menyandang gelar Puteri Indonesia Pendidikan 2026.
Profil Singkat Agnes Aditya Rahajeng
Lahir di Amerika Serikat pada 13 Januari 2000, Agnes kini menginjak usia 26 tahun. Gadis dengan tinggi badan 172 cm ini memiliki latar belakang pendidikan yang sangat relevan dengan perannya saat ini. Ia merupakan lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH).
Darah kompetisi kecantikan rupanya mengalir di keluarga Agnes. Ia adalah adik dari Maria dan Elizabeth Rahajeng. Sang kakak, Maria Rahajeng, merupakan pemenang Miss Indonesia 2014 yang pernah mewakili Sulawesi Barat.
Advokasi “Rahajeng Closet” yang Menyentuh Hati
Lebih dari sekadar kecantikan fisik, Agnes memiliki kepedulian yang sangat dalam terhadap isu sosial. Melalui gerakan ‘Rahajeng Closet: From Excess to Empowerment’, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi fesyen.
Ia mengumpulkan pakaian layak pakai untuk dijual kembali, di mana seluruh hasilnya ia donasikan untuk program pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Agnes percaya bahwa setiap helai pakaian bisa memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.
“Saya percaya cerita memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan empati dan menciptakan aksi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya melalui akun resmi @officialputeriindonesia.
Selain aktif di dunia pageant, Agnes juga membangun Studio Rahajeng, sebuah rumah produksi konten kreatif. Melalui platform ini, ia terus menyuarakan pentingnya kesehatan mental, perlindungan perempuan, dan kesejahteraan anak.
Selamat bertugas, Agnes Aditya Rahajeng! Semoga amanah dalam membawa nama harum Indonesia di kancah internasional. (Tim)






