Lonjakan Harga Bensin AS 75% Disorot, Trump Disalahkan Schumer

Harga bensin AS melonjak tajam di tengah konflik global, Schumer tuding kebijakan Trump dan situasi geopolitik sebagai pemicu utama.

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

BritainajaHarga bensin di Amerika Serikat mengalami lonjakan tajam dalam waktu singkat dan memicu perdebatan politik. Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, secara terbuka menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas kenaikan harga yang hampir mencapai 75% dalam kurang dari sebulan.

Schumer menyebut harga bensin nasional naik dari sekitar USD 2,93 per gallon menjadi USD 3,94. Ia menilai kebijakan dan situasi yang terjadi di bawah kepemimpinan Trump turut mendorong lonjakan tersebut, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Data pasar juga menunjukkan harga bensin di AS terus meroket sejak konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan energi global. Rata-rata harga eceran naik lebih dari 30% sejak akhir Februari 2026 dan mendekati USD 4 per gallon. Analis memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga USD 4,10 per gallon jika tren harga minyak mentah terus meningkat.

Baca Juga :  Shutdown Pemerintah AS 2025, Penyebab dan Dampak yang Terjadi

Lonjakan ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga menjadi isu politik menjelang pemilu paruh waktu. Partai Republik menghadapi tekanan karena harga energi yang tinggi bertentangan dengan janji untuk menurunkan biaya hidup masyarakat.

Sebagai respons, pemerintahan Trump mengambil sejumlah langkah, termasuk pengecualian sementara terhadap aturan pengiriman tertentu untuk memperlancar distribusi energi. Namun, para analis menilai kebijakan tersebut hanya memberi dampak terbatas terhadap harga di SPBU.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 1,54% Pagi Ini: Ketegangan Global Tekan Pasar

Di sisi lain, penghapusan sementara regulasi bahan bakar musim panas berpotensi menekan harga hingga 10–20 sen per gallon. Meski begitu, banyak pihak menilai penurunan tersebut belum cukup signifikan untuk meringankan beban konsumen secara keseluruhan.

Situasi ini menunjukkan bahwa harga bensin di AS tidak hanya dipengaruhi kebijakan domestik, tetapi juga dinamika geopolitik dan pasar energi global yang terus berubah. (Tim)

Berita Terkait

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk
Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook
Israel Siapkan ‘Pride Land’, Festival LGBTQ+ Terbesar di Kawasan Laut Mati
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta

Berita Terbaru

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim bersiap mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (ANTARA FOTO)

Nasional

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Selasa, 30 Jun 2026 - 16:08 WIB