AS Ultimatum Iran 48 Jam, Ketegangan Selat Hormuz Makin Memanas

Ultimatum 48 Jam AS ke Iran Picu Eskalasi Konflik, Selat Hormuz Jadi Pusat Ketegangan Global

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUDAL SEJJIL IRAN - Tangkap layar YouTube Al Mayadeen English 19 Juni 2025, memperlihatkan rekaman dari latihan militer Iran sebelumnya yang menunjukkan peluncuran rudal Sejjil. (YouTube Al Mayadeen)

RUDAL SEJJIL IRAN - Tangkap layar YouTube Al Mayadeen English 19 Juni 2025, memperlihatkan rekaman dari latihan militer Iran sebelumnya yang menunjukkan peluncuran rudal Sejjil. (YouTube Al Mayadeen)

Britainaja – Ketegangan antara Donald Trump dan Iran terus meningkat tajam. Amerika Serikat memberi ultimatum 48 jam agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Trump menegaskan akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika tuntutan itu tidak dipenuhi. Ia menyampaikan ancaman tersebut secara langsung melalui platform Truth Social.

Sebagai respons, Iran memperingatkan akan menyerang infrastruktur penting milik AS di Timur Tengah jika serangan benar-benar terjadi. Situasi ini membuat kawasan semakin panas dan berisiko meluas.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Israel

Konflik makin memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah selatan Israel, termasuk Dimona dan Arad. Serangan tersebut menyebabkan puluhan orang terluka dan kerusakan signifikan di sejumlah bangunan.

Israel langsung membalas dengan serangan ke Teheran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan terus menyerang untuk melindungi keamanan nasional.

Di sisi lain, Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% distribusi minyak global kini berada dalam tekanan. Ketegangan ini mendorong harga minyak dunia melonjak hingga di atas 105 dolar per barel.

Baca Juga :  Wisatawan Teluk Gandrungi Zakopane, Surga Pegunungan di Polandia

Sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, mengecam tindakan Iran yang di anggap mengganggu jalur perdagangan internasional. Mereka mendesak pembukaan kembali selat tersebut demi stabilitas global.

Analis menilai Iran masih memiliki kemampuan militer yang kuat meski menghadapi tekanan besar. Hal ini terlihat dari serangan rudal yang mampu menembus pertahanan Israel.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran krisis ekonomi global akibat lonjakan harga energi. (Tim)

Berita Terkait

Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk
Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook
Israel Siapkan ‘Pride Land’, Festival LGBTQ+ Terbesar di Kawasan Laut Mati
Skandal Staf Muda Memanas, Menaker AS Lori Chavez-DeRemer Resmi Mundur
AS Perketat Penjagaan Selat Malaka, Incar Penyelundup Minyak Ilegal
TNI AL Pantau Kapal Perang AS USS Miguel Keith di Selat Malaka
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta

Rabu, 22 April 2026 - 19:00 WIB

Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk

Rabu, 22 April 2026 - 16:00 WIB

Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Israel Siapkan ‘Pride Land’, Festival LGBTQ+ Terbesar di Kawasan Laut Mati

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML 8 Mei 2026.

Tech & Game

Kode Redeem ML 8 Mei 2026: Ambil Diamond & Skin Lucky Box Gratis

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:00 WIB