Britainaja – Lebaran sering meninggalkan hidangan berlebih, seperti rendang. Banyak orang memanaskan kembali rendang tiga kali sehari untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Apakah kebiasaan ini mengurangi nutrisi?
Dr. Firisha Virgidewi Witjaksono, Sp.GK, menekankan, masalah utama bukan berapa kali makanan dipanaskan, melainkan cara penyimpanannya. Perubahan suhu ekstrem bisa memengaruhi kandungan nutrisi, terutama pada makanan berprotein tinggi dan bersantan.
- Porsi Sekali Makan: Bagi rendang ke beberapa kotak kecil. Panaskan hanya porsi yang akan dikonsumsi agar tidak bolak-balik kulkas-kompor.
- Hindari Memasukkan Makanan Panas ke Kulkas: Dinginkan sampai suhu ruang terlebih dahulu. Memasukkan makanan panas langsung bisa memicu pertumbuhan bakteri.
- Perhatikan Tanda Kesegaran: Aroma, tekstur, dan rasa rendang tetap menjadi indikator keamanan konsumsi.
Catatan untuk Sayuran:
Sayuran lebih rentan kehilangan gizi jika dipanaskan berulang kali. Bayam, seledri, dan sayuran nitrat lain sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena bisa membentuk senyawa nitrit yang berisiko bagi kesehatan. Pisahkan sayuran dari daging saat penyimpanan untuk tetap aman dan bergizi.
Dengan menerapkan metode porsi kecil dan memperhatikan transisi suhu, rendang dan lauk Lebaran bisa tetap lezat dan aman dikonsumsi tanpa kehilangan nutrisi. (Tim)















