Britainaja – Pernahkah Anda merasa tenggorokan sangat kering padahal baru jam 10 pagi? Rasa haus yang datang terlalu cepat seringkali bukan karena kurangnya jumlah air yang diminum, melainkan karena pola minum yang keliru saat sahur dan berbuka. Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah kunci utama agar produktivitas tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca yang terik.
Mengenal Pola 2-4-2: Jadwal Minum Paling Efektif
Tubuh manusia tidak bisa menyerap air dalam jumlah sangat besar sekaligus. Jika Anda memaksakan minum satu liter air saat sahur, tubuh justru akan segera membuangnya melalui urin. Akibatnya, cadangan air habis sebelum siang hari tiba. Gunakan rumus 2-4-2 untuk menjaga keseimbangan:
2 Gelas saat Berbuka: Awali dengan satu gelas air hangat untuk menenangkan lambung, lalu satu gelas lagi setelah menyantap takjil.
4 Gelas di Malam Hari: Bagilah konsumsi air secara bertahap antara waktu setelah Maghrib hingga menjelang tidur. Ini memberikan waktu bagi sel-sel tubuh untuk menyerap hidrasi secara optimal.
2 Gelas saat Sahur: Satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas lagi setelah selesai makan sahur.
Hindari “Pencuri” Cairan di Meja Makan
Pilihan menu makanan sangat berpengaruh pada tingkat kehausan Anda. Beberapa jenis asupan justru bersifat diuretik atau menarik cairan keluar dari sel tubuh.
Batasi Kafein dan Minuman Manis Berlebih
Kopi dan teh memang nikmat, namun kafein di dalamnya memicu ginjal mengeluarkan lebih banyak air. Begitu juga dengan minuman yang terlalu manis; kadar gula tinggi menuntut tubuh menggunakan lebih banyak air untuk memprosesnya, sehingga Anda akan lebih cepat merasa haus.
Waspadai Makanan Asin
Garam bersifat mengikat air. Mengonsumsi makanan yang terlalu asin saat sahur akan membuat sel-sel tubuh berteriak meminta air lebih cepat dari biasanya. Sebaiknya ganti camilan asin dengan buah-buahan yang memiliki kadar air tinggi seperti semangka, melon, atau jeruk.
Jaga Suhu Tubuh
Selain asupan, faktor eksternal juga menentukan. Jika pekerjaan mengharuskan Anda berada di luar ruangan, usahakan untuk berteduh sesering mungkin. Mandi air dingin di siang hari juga bisa membantu menurunkan suhu inti tubuh, sehingga penguapan cairan melalui keringat bisa diminimalisir.
Dengan mengatur pola minum yang tepat dan memilih nutrisi yang menghidrasi, puasa bukan lagi penghalang untuk tetap aktif. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat fokus tetap tajam dan energi tidak mudah terkuras hingga waktu berbuka tiba. (Tim)















