Britainaja – Bulan Syakban bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Hijriah. Bagi umat Muslim, bulan kedelapan ini merupakan masa krusial untuk melakukan “pemanasan” spiritual sebelum memasuki medan perjuangan di bulan suci Ramadhan. Syakban hadir sebagai ruang bagi kita untuk membersihkan diri, menata niat, dan memperkuat hubungan dengan Sang Khalik melalui berbagai amalan doa.
Berdasarkan keputusan resmi dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), awal bulan Syakban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Penetapan ini di dasarkan pada hasil rukyah lapangan yang mengonfirmasi kemunculan hilal, menandai di mulainya fase persiapan bagi jutaan umat Muslim di Indonesia untuk menyambut bulan puasa yang tinggal menghitung hari.
Dalam khazanah literatur Islam, Syekh Abdur Rauf Al-Munawi melalui kitabnya Faidhul Qadir menekankan bahwa esensi dari bulan Syakban adalah memperbanyak permohonan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri memberi teladan dengan meningkatkan intensitas ibadahnya, semata-mata agar hati dan fisik berada dalam kondisi prima saat Ramadan tiba.
Ada tiga doa utama yang bisa Anda amalkan setiap hari selama bulan Syakban ini:
1. Doa Keberkahan dan Kerinduan akan Ramadan
Salah satu ungkapan paling populer yang sering di panjatkan Nabi Muhammad SAW sejak memasuki bulan Rajab hingga Syakban adalah memohon keberkahan usia. Doa ini berbunyi: “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.” Melalui doa ini, kita mengakui bahwa usia adalah rahasia Tuhan, dan kita memohon agar di berikan kesempatan untuk kembali merasakan nikmatnya beribadah di bulan suci nanti.
2. Memohon Perlindungan dan Keamanan Spiritual
Menjalankan ibadah membutuhkan ketenangan batin. Doa memohon rasa aman dan keselamatan sangat relevan di baca saat ini agar kita terhindar dari godaan setan yang dapat memalingkan niat baik. Fokus utama doa ini adalah meminta agar bulan yang baru ini membawa iman yang kokoh serta keselamatan dari segala marabahaya, sesuai dengan riwayat Al-Baghawi yang di kenal memiliki sanad sahih.
3. Momentum Pertobatan (Istighfar)
Syakban sering di juluki sebagai bulan pengampunan. Sebelum “bertempur” di Ramadan, sangat di anjurkan bagi kita untuk mengakui segala kezaliman yang telah di lakukan terhadap diri sendiri. Memohon ampunan yang khusus dari sisi Allah adalah cara terbaik untuk melunakkan hati yang keras dan membuka pintu-pintu keberkahan yang mungkin tertutup akibat dosa-dosa masa lalu.
Selain doa-doa di atas, Syakban juga menjadi waktu yang ideal untuk melakukan refleksi diri. Mengapa persiapan ini begitu penting? Analisis spiritual menunjukkan bahwa seseorang yang tidak terbiasa beribadah di bulan Syakban akan cenderung merasa “kaget” atau berat saat menjalani awal Ramadan. Ibarat atlet yang membutuhkan pemanasan, ibadah di bulan Syakban adalah cara kita melatih konsistensi agar ritme ibadah tetap stabil hingga malam Idulfitri nanti.
Bagi Anda yang masih memiliki kesibukan padat, cobalah untuk menyisipkan doa-doa ini di antara waktu azan dan iqamah, atau setelah menunaikan salat fardu. Konsistensi kecil yang di lakukan setiap hari jauh lebih bernilai daripada amalan besar yang hanya di lakukan sesekali. Mari jadikan Syakban 1447 H ini sebagai batu loncatan menuju kualitas iman yang lebih baik. (Tim)















