Britainaja – Suasana Salat Idulfitri Jamaah Muhammadiyah di Sukabumi memanas saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memberikan sambutan. Sejumlah jamaah terdengar bersorak sebagai bentuk protes. Situasi mulai kondusif setelah sambutan selesai dan wali kota meninggalkan lokasi di Kompleks Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jumat (20/3/2026).
Jamaah Ungkap Kekecewaan
Salah satu jamaah, Rozak Daud, menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah kota. Ia menilai keputusan tidak memberi izin penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Id mencerminkan sikap yang tidak adil.
Rozak juga menyoroti janji kampanye Ayep Zaki yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk memberikan ruang ibadah bagi berbagai kelompok.
Dinilai Tak Sesuai Janji
Menurut Rozak, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan saat kampanye. Ia menilai wali kota gagal memenuhi harapan masyarakat terkait kebebasan beribadah.
Penjelasan Wali Kota
Ayep Zaki menjelaskan bahwa janji kampanye yang ia sampaikan saat debat bersifat pribadi, bukan keputusan resmi sebagai kepala daerah. Setelah menjabat, ia harus mengikuti aturan dan kebijakan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa keputusan tidak mengizinkan penggunaan Lapang Merdeka mengacu pada ketetapan pemerintah pusat terkait waktu pelaksanaan Salat Idulfitri.
Alasan dan Langkah Ke Depan
Menurut Ayep Zaki, perbedaan waktu pelaksanaan menjadi alasan utama penolakan izin. Ia juga menegaskan komitmennya terhadap toleransi antarumat beragama.
Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah kota berencana menggelar dialog bersama organisasi masyarakat Islam dan tokoh agama. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih baik ke depan. (Tim)













