Widiyanti Putri Wardhana Ungkap Tren Wisata Masa Depan: Budaya, Alam, dan Wellness

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Widiyanti Putri Wardhana Ungkap Tren Wisata Masa Depan: Budaya, Alam, dan Wellness (Foto: Kementerian Pariwisata)

Widiyanti Putri Wardhana Ungkap Tren Wisata Masa Depan: Budaya, Alam, dan Wellness (Foto: Kementerian Pariwisata)

Britainaja – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memaparkan sejumlah tren perjalanan yang kini menjadi incaran utama para wisatawan global. Pemaparan ini di harapkan dapat menjadi peta jalan bagi para pelaku industri untuk merancang produk dan layanan yang lebih relevan dan menarik.

Widiyanti menyoroti bahwa wisata berbasis budaya tetap menjadi magnet yang kuat. Minat wisatawan untuk mendalami pengalaman budaya lokal semakin tinggi.

Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan ke desa wisata, keinginan untuk terlibat dalam aktivitas harian bersama penduduk lokal, hingga belajar membuat kerajinan tradisional. Pengalaman imersif semacam ini menawarkan koneksi yang lebih mendalam bagi para pelancong.

Selain itu, aspek keberlanjutan (sustainability) telah menjadi faktor penentu. Wisatawan kini cenderung memilih fasilitas dan destinasi yang secara aktif menerapkan prinsip ramah lingkungan.

“Preferensi wisatawan sudah berubah. Mereka ingin berwisata sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Widiyanti di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Perubahan perilaku ini menuntut industri pariwisata agar mengutamakan keseimbangan ekologi.

Baca Juga :  8 Destinasi Wisata Domestik Trending yang Mendefinisikan Ulang Pesona Indonesia

Indonesia, yang di kenal dengan kekayaan alamnya, memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi unggulan wisata alam. Widiyanti menggarisbawahi potensi besar pada sektor nature and adventure based tourism.

Ia secara khusus menyoroti wisata alam niche yang membutuhkan standar keselamatan tinggi, seperti eksplorasi goa dan kegiatan menyelam. “Indonesia di kenal dengan kekayaan alamnya. Ini menjadikan pariwisata berbasis alam dan petualangan sebagai salah satu daya tarik utama,” katanya.

Dua segmen lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah wisata kuliner dan kebugaran (wellness). Keragaman cita rasa Nusantara telah menarik banyak wisatawan yang datang murni untuk eksplorasi gastronomi.

Untuk memfasilitasi minat ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Wonderful Indonesia Gourmet Book, sebuah panduan komprehensif mengenai kuliner Indonesia.

Tak kalah penting, meningkatnya kesadaran masyarakat global akan kesehatan holistik membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menawarkan layanan wellness berbasis alam dan tradisi lokal. Untuk mempromosikan potensi ini, Kemenparekraf bahkan telah menggelar Wonderful Indonesia Wellness di Solo dan DI Yogyakarta.

Baca Juga :  Wisata Malam di Jogja, 10 Destinasi Romantis & Seru yang Wajib Dikunjungi

Widiyanti juga menambahkan bahwa tren Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE), serta popularitas gaya kerja work from anywhere (WFA), memberikan peluang bagi pelaku industri. Hal ini mendorong penciptaan paket perjalanan wisata terpadu yang menggabungkan kegiatan profesional dengan rekreasi.

Menteri Pariwisata itu menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan. Keberhasilan usaha tidak bisa lagi di ukur hanya dari angka kunjungan.

“Keberhasilan usaha pariwisata tidak hanya di ukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan dan budaya lokal,” tegasnya.

Dengan strategi pengelolaan yang adaptif, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Widiyanti optimistis Indonesia akan menjadi destinasi pariwisata unggulan dunia.

“Pariwisata Indonesia saat ini berada di titik strategis. Tren global berpihak pada kita, dan arah kebijakan semakin jelas. Tahun mendatang akan menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan yang nyata,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Polres Kerinci Pastikan Keamanan dan Kelancaran Wisata Lebaran
Kerinci Targetkan 100 Ribu Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Destinasi Wisata Religi Paling Menenangkan untuk Menanti Waktu Berbuka
Panduan Lengkap Liburan Nyaman saat Puasa Ramadhan
Menaklukkan Atap Jawa Tengah: Panduan Aman Mendaki Gunung Slamet bagi Pemula
Menyesap Kehangatan di Kaki Slamet: Dari Mendoan Raksasa hingga Sate Kelinci yang Legendaris
Menemukan Kedamaian di Telaga Sunyi, Ceruk Jernih di Balik Rimbun Baturraden
Menghirup Kesegaran Hutan Pinus Limpakuwus, Paru-paru Hijau di Kaki Slamet
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:00 WIB

Polres Kerinci Pastikan Keamanan dan Kelancaran Wisata Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kerinci Targetkan 100 Ribu Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:30 WIB

Destinasi Wisata Religi Paling Menenangkan untuk Menanti Waktu Berbuka

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:31 WIB

Panduan Lengkap Liburan Nyaman saat Puasa Ramadhan

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:00 WIB

Menaklukkan Atap Jawa Tengah: Panduan Aman Mendaki Gunung Slamet bagi Pemula

Berita Terbaru

Ilustrasi Jamaah Haji Beribadah.

Khasanah

7 Amalan Sunnah dan Persiapan Batin Menuju Haji Mabrur

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:00 WIB

Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026. (Mike Coppola - Dimitrios Kambouris. ( GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Showbiz

Debut Bersejarah Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi - Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun.

Finansial

Naik 26,2%, Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB