Britainaja – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) selalu sukses menyihir para wisatawan melalui pesona alamnya yang begitu komplet. Anda bisa menemukan pegunungan yang begitu megah, danau luas yang tenang, hingga garis pantai yang dramatis disini.
Namun, ada satu daya tarik yang sering luput dari perhatian banyak orang, yakni jalan-jalannya yang super indah. Sumbar memiliki deretan ruas jalan yang bukan sekedar jalur penghubung antardaerah, melainkan destinasi wisata itu sendiri.
Banyak warga local bahakan para pelancong yang sengaja berkendara santai ke sini hanya untuk menikmati pemandangan di sepanjang jalan.
Jika Topers suka road trip, touring motor, atau sekadar ingin healing sambil menikmati angin segar, delapan jalan ini wajib masuk daftar list perjalananmu.
1. Jalan Lurus Koto Gadang: Damai di Bawah Megahnya Gunung Singgalang

Terletak di Nagari Koto Gadang, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, jalan ini menawarkan keindahan sederhana yang menenangkan jiwa. Jalur ini membentang lurus membelah area pertanian, perkampungan warga, dan deretan pohon pinus yang rindang.
Saat memandang ke depan, Anda akan melihat kemegahan Gunung Singgalang yang berpadu serasi dengan hamparan sawah terasering hijau. Deretan pohon pinus di tepi jalan bahkan menghadirkan atmosfer khas pedesaan Eropa.
Tips Liburan: Datanglah pada pagi hari saat udara masih sejuk berselimut embun, atau sore hari untuk menangkap siluet matahari terbenam yang eksotis di balik gunung. Sebagai bonus sejarah, Koto Gadang juga merupakan kampung halaman para tokoh besar bangsa seperti Haji Agus Salim dan Rohana Kudus.
2. Kelok 44: Petualangan Menantang di Atas Danau Maninjau

Kelok 44 merupakan salah satu jalan paling ikonik di Indonesia. Berlokasi di Kabupaten Agam, jalan legendaris ini menyuguhkan 44 tikungan tajam yang menguji adrenalin di lereng perbukitan Danau Maninjau.
Setiap kelokan menyajikan sudut pandang baru yang memperlihatkan hamparan biru Danau Maninjau, sawah berundak, serta rumah-rumah tradisional Minangkabau. Karena kontur jalannya yang menantang dan pemandangannya yang spektakuler, Kelok 44 langganan menjadi rute favorit dalam ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak.
Tips Berkendara: Gunakan gigi rendah saat menurun, tetap waspada, dan manfaatkan berbagai titik pemberhentian untuk berfoto.
3. Jalur Wisata Mandeh: Menikmati “Raja Ampat” Versi Sumatera Barat

Pencinta pemandangan laut wajib mengarahkan kemudi ke kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan. Pemerintah telah meresmikan jalur baru yang mulus sejak 2018, sehingga memangkas waktu tempuh dari Kota Padang dari dua jam menjadi hanya satu jam saja.
Sepanjang perjalanan, mata Anda akan dimanjakan oleh hamparan laut biru di satu sisi dan tebing-tebing hijau yang dramatis di sisi lainnya. Gugusan pulau kecil yang tersebar di lautan membuat Anda merasa sedang membelah Raja Ampat. Jika melewati rute Sungai Pisang, Anda juga akan menjumpai perkampungan nelayan yang asri dan dermaga-dermaga kapal kayu.
Sesampainya di spot utama, Anda bisa langsung mencoba aktivitas seru seperti snorkeling, bermain jet ski, hingga menikmati kuliner seafood segar di tepi pantai.
4. Jalan Lintas Danau Singkarak: Menyusuri Tepian Air yang Tenang

Danau Singkarak membentang luas di antara dua kabupaten, yaitu Solok dan Tanah Datar. Menjadi danau terluas kedua di Pulau Sumatera, berkendara di tepian danau ini akan memberikan Anda ketenangan lewat embusan angin sejuk dan riak air yang damai.
Satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan saat melintasi jalur ini adalah mencicipi ikan bilih goreng. Ikan endemik khas Danau Singkarak ini memiliki cita rasa gurih yang sangat nikmat, apalagi jika Anda menyantapnya hangat-hangat bersama sambal lado kutu. Jangan lupa mampir ke Tanjung Indah, sebuah daratan yang menjorok ke danau dan menawarkan lanskap foto yang sangat estetik.
5. Jalur Teluk Bayur – Pantai Air Manis: Paduan Sempurna Sejarah dan Modernitas

Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Teluk Bayur dengan Pantai Air Manis, tempat berdirinya batu legenda Malin Kundang. Menggunakan jalur baru di belakang pelabuhan membuat perjalanan Anda kini jauh lebih cepat dan nyaman.
Dari ketinggian jalan ini, Anda bisa melihat kesibukan Pelabuhan Teluk Bayur yang bersejarah sekaligus memandangi garis Pantai Air Manis dari atas bukit. Jalur ini juga memberikan akses cepat menuju Jembatan Siti Nurbaya dan kawasan Kota Tua Padang. Bagi yang ingin bersantai dengan gaya modern, Anda bisa mampir ke Marawa Beach Club, tempat nongkrong kekinian milik Raffi Ahmad yang berada tepat di tepi pantai.
6. Flyover Kelok 9: Jembatan Megah di Tengah Hutan Lindung

Flyover Kelok 9 yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan urat nadi utama yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau. Jembatan layang sepanjang 2,5 kilometer ini berdiri kokoh, meliuk indah di antara dua tebing tinggi dan kawasan hutan lindung yang hijau.
Arsitektur jembatan yang modern berpadu sempurna dengan alam liar yang asri, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Banyak pengendara sengaja menepi di tempat aman untuk berfoto atau sekadar menikmati jagung bakar hangat dan jajanan pasar di sekitar area parkir sambil menghirup udara bersih pegunungan.
7. Jalan Lingkar Danau Di Bawah: Sensasi Berkendara di Negeri Kabut

Meskipun menyandang nama Danau Di Bawah, destinasi yang membentuk kawasan Danau Kembar bersama Danau Di Atas ini justru berada di dataran tinggi Kabupaten Solok yang berhawa dingin.
Saat menyusuri jalanan di sini, Anda akan menyaksikan perpaduan magis antara danau yang luas, latar pegunungan, dan hamparan kebun sayur milik warga lokal. Datanglah pada pagi hari saat kabut tipis turun menyelimuti jalanan, menciptakan suasana syahdu bagaikan berada di negeri dongeng. Anda juga bisa berinteraksi langsung dengan para petani lokal yang sedang memanen sayur untuk merasakan kearifan lokal yang kental.
8. Jalan Bukit Lampu: Menatap Samudra Hindia dari Ketinggian

Jika Anda berkendara dari Kota Padang menuju Pesisir Selatan, Anda akan melewati Jalan Bukit Lampu. Jalur menanjak landai ini menawarkan pemandangan lepas ke arah Samudra Hindia yang biru dan megah.
Dari atas bukit ini, siluet Pelabuhan Teluk Bayur terlihat sangat menawan. Sore hari merupakan waktu paling magis di Bukit Lampu, karena Anda bisa menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang mengubah warna langit menjadi keemasan. Tidak punya kendaraan pribadi? Tenang saja, kini armada Bus Trans Padang sudah melayani rute perjalanan hingga ke kawasan indah ini. (Tim)






