Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan

Kebiasaan Sederhana agar Rutin Membaca Al-Qur’an

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan. Ilustrasi Gemini AI

Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan. Ilustrasi Gemini AI

Britainaja – Banyak orang semangat membaca Al-Qur’an saat Ramadhan, tapi mulai kendor setelahnya. Padahal, Al-Qur’an bukan hanya untuk satu bulan, melainkan pedoman hidup sepanjang waktu. Supaya tetap istiqamah, kamu bisa mulai dari langkah sederhana berikut ini:

1. Menjadwalkan Waktu Khusus Setiap Hari

Salah satu kunci istiqamah adalah menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian yang tidak bisa ditawar. Pilihlah waktu yang paling nyaman dan kondusif, misalnya setelah shalat Subuh, menjelang siang, atau sebelum tidur. Allah berfirman:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)

Waktu Subuh adalah saat yang penuh berkah dan disaksikan malaikat, sehingga sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an di waktu tersebut. Dalam buku Amalan setelah Ramadhan, Sukamto mengingatkan bahwa menjaga shalat sunnah juga membantu menjaga kedekatan dengan Allah, dan dengan sendirinya memudahkan kita untuk membaca Al-Qur’an. Beliau mengutip hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ…” (رواه البخاري)

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya…” (HR. Bukhari)

Dengan menjadwalkan waktu membaca Al-Qur’an, kita melatih diri untuk konsisten, dan lambat laun akan menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.

2. Memulai dengan Target Kecil dan Bertahap

Jangan langsung memaksakan diri untuk membaca satu juz setiap hari jika itu berat. Mulailah dengan target yang ringan, misalnya satu halaman, setengah halaman, atau bahkan beberapa ayat saja. Yang penting adalah kontinuitas. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ (متفق عليه)

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu meskipun sedikit.” (Muttafaq ‘alaih)

Allah sendiri berfirman:

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ (المزمل: 20)

“Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

Ayat ini, sebagaimana dikutip oleh Sukamto dalam bukunya, memberikan keringanan bahwa kita tidak perlu memaksakan diri di luar batas kemampuan. Yang penting adalah membaca secara rutin apa yang mudah bagi kita. Dengan target kecil, kita terhindar dari rasa malas dan putus asa di tengah jalan.

3. Bergabung dengan Halaqah atau Kelompok Mengaji

Membaca Al-Qur’an secara berjamaah memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain memotivasi, kita juga bisa saling mengingatkan dan memperbaiki bacaan. Dalam buku Keutamaan Al-Qur’an, Prof. Mahmud al-Dausary menyebutkan hadits:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم)

Baca Juga :  Doa Sebelum Mudik: Ikhtiar Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun ketenangan kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Ibnu Baththal rahimahullah menjelaskan bahwa keutamaan ini diperoleh karena mereka berkumpul untuk mentadabburi Al-Qur’an, bukan sekadar membaca tanpa pemahaman. Dalam halaqah, kita bisa saling menyimak, mengoreksi, dan mendiskusikan makna ayat, sehingga bacaan kita lebih berkualitas.

4. Memahami Makna dan Mentadabburi Ayat

Salah satu penyebab cepat bosan membaca Al-Qur’an adalah karena kita membacanya tanpa memahami artinya. Padahal, Al-Qur’an diturunkan untuk direnungkan. Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ (ص: 29)

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shad: 29)

Prof. Mahmud al-Dausary dalam bukunya menjelaskan bahwa Al-Qur’an diberkahi dari berbagai sisi, termasuk keberkahan dalam makna dan petunjuknya. Ketika kita memahami ayat yang kita baca, hati akan terasa tersentuh, dan kita akan semakin cinta untuk membacanya.

Dalam Pembelajaran Ilmu-Ilmu Qur’an, Nur Hidayat juga menekankan pentingnya ilmu tafsir untuk memahami Al-Qur’an. Beliau mengutip pandangan Imam Al-Ghazali bahwa membaca Al-Qur’an dengan tadabbur akan membuka pintu-pintu kebaikan dan menjauhkan hati dari kelalaian.

5. Memanfaatkan Teknologi untuk Mempermudah

Di era digital, kita bisa memanfaatkan berbagai aplikasi Al-Qur’an yang dilengkapi terjemahan, tafsir, dan audio murottal dari qari’ ternama. Mendengarkan bacaan yang merdu dapat membangkitkan semangat.

Selain itu, kita bisa mengikuti kajian online atau grup WhatsApp yang rutin membagikan ayat dan tadabbur harian. Hal ini membantu kita tetap terhubung dengan Al-Qur’an di tengah kesibukan.

6. Berdoa Memohon Kemudahan dan Istiqamah

Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan Allah. Mintalah kepada-Nya agar dimudahkan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Doa adalah senjata orang mukmin. Rasulullah ﷺ sendiri sering berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي (رواه أحمد)

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelipur laraku, dan penghilang kegelisahanku.” (HR. Ahmad)

7. Mengingat Keutamaan dan Manfaat Membaca Al-Qur’an

Motivasi terbesar adalah mengetahui keutamaan yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya bagi para pembaca Al-Qur’an. Hal ini akan kita bahas secara rinci pada bagian berikutnya.

Manfaat Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an Secara Rutin

Membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi memiliki dampak luar biasa bagi jiwa dan kehidupan. Berikut beberapa manfaat yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits:

1. Mendapatkan Petunjuk ke Jalan yang Lurus

Baca Juga :  Hukum Berkata Kasar Saat Puasa: Batal atau Sekadar Kurang Pahala?

Allah berfirman: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Prof. Mahmud al-Dausary menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberi petunjuk ke jalan yang paling adil dan benar dalam semua aspek kehidupan, baik akidah, akhlak, muamalah, hingga politik. Dengan rutin membacanya, kita akan senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah.

2. Sebagai Cahaya yang Menerangi Hati

Allah menamakan Al-Qur’an sebagai cahaya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.” (QS. An-Nisa’: 174)

Cahaya ini menerangi hati, mengeluarkannya dari kegelapan syirik, keraguan, dan maksiat menuju iman dan ketakwaan.

3. Mendatangkan Ketenangan dan Rahmat

Saat membaca Al-Qur’an dengan khusyuk, hati akan merasakan ketenangan. Allah berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dalam hadits yang telah disebutkan, berkumpul untuk membaca Al-Qur’an mendatangkan ketenangan, rahmat, dan naungan malaikat.

4. Menyembuhkan Penyakit Hati

Al-Qur’an adalah syifa’ (obat) bagi penyakit-penyakit hati seperti dengki, sombong, ragu, dan cinta dunia. Allah berfirman: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

Ar-Razi menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat untuk penyakit rohani (seperti akidah yang batil dan akhlak tercela) dan juga dapat menjadi wasilah kesembuhan penyakit jasmani dengan keberkahannya.

5. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)

Ini adalah perniagaan yang tidak akan merugi, karena setiap huruf mendatangkan pahala berlipat.

6. Menaikkan Derajat di Surga

Bagi yang menghafal dan membaca Al-Qur’an, derajatnya akan dinaikkan di surga sesuai dengan hafalannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dikatakan kepada sahabat Al-Qur’an: ‘Bacalah, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya tempatmu berada pada akhir ayat yang engkau baca.'” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa semakin banyak hafalan dan bacaan, semakin tinggi derajatnya di surga.

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Ada banyak keistimewaan bagi orang yang rutin membaca Al-Qur’an:

  • Mendapat pahala berlipat dari setiap huruf
  • Mendapat ketenangan dan rahmat dari Allah
  • Dikumpulkan bersama orang-orang mulia
  • Mendapat syafaat di hari kiamat
  • Mengangkat derajat seseorang di sisi Allah

Menjaga kebiasaan mengaji setelah Ramadhan tidak harus sulit. Mulai dari langkah kecil, lakukan secara rutin, dan ciptakan lingkungan yang mendukung. Kunci utamanya ada pada konsistensi, bukan jumlah.

Dengan komitmen sederhana setiap hari, kamu bisa tetap dekat dengan Al-Qur’an sepanjang waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan. (Tim)

Berita Terkait

Cara Konsisten Agar Selalu Dekat dengan Allah Setelah Ramadhan
Bacaan Takbiran Idulfitri 2026 Lengkap: Arab, Latin, Arti & Waktu Pelaksanaan
Puasa Syawal Boleh Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Niat Puasa Syawal: Tata Cara, Ketentuan, dan Keutamaannya
Niat Mandi Sholat Id: Bacaan, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya
Ini Doa Puasa Syawal Lengkap, Keutamaan & Tata Caranya
Ini Kumpulan Doa Idul Fitri Lengkap: Amalan, Ucapan, dan Keutamaannya
Sidang Isbat Idulfitri 2026: Ini Jadwal, Lokasi, dan Prediksi Lebaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 05:00 WIB

Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan

Senin, 23 Maret 2026 - 04:00 WIB

Cara Konsisten Agar Selalu Dekat dengan Allah Setelah Ramadhan

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

Bacaan Takbiran Idulfitri 2026 Lengkap: Arab, Latin, Arti & Waktu Pelaksanaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:00 WIB

Puasa Syawal Boleh Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:00 WIB

Niat Puasa Syawal: Tata Cara, Ketentuan, dan Keutamaannya

Berita Terbaru

Kode Redeem FF 23 Maret 2026. Ilustrasi AI

Tech & Game

Kode Redeem FF 23 Maret 2026, Klaim Sekarang Ada Trik Drag Shot

Senin, 23 Mar 2026 - 06:26 WIB

Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan. Ilustrasi Gemini AI

Khasanah

Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan

Senin, 23 Mar 2026 - 05:00 WIB