Britainaja – Lailatul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Al-Qur’an menyebut malam ini lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat, keberkahan, serta ampunan bagi hamba yang beribadah.
Banyak umat Islam berusaha meraih keutamaan malam ini, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan beberapa tanda yang bisa dirasakan ketika Lailatul Qadar datang.
Malam Terasa Tenang dan Sejuk
Salah satu tanda Lailatul Qadar yaitu suasana malam yang terasa sangat tenang, damai, dan menyejukkan. Malam itu tidak terasa panas dan tidak pula dingin.
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ
Artinya:
“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin.”
Suasana tersebut membuat hati terasa nyaman dan khusyuk saat menjalankan ibadah malam.
Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Tanda lain terlihat pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya lembut dan tidak menyilaukan.
Dalam hadis riwayat Muslim dari Ubay bin Ka’ab disebutkan:
أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا
Artinya:
“Pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim)
Riwayat lain dari Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi juga menjelaskan bahwa matahari pagi tampak putih lembut tanpa cahaya yang menyengat.
Penjelasan Ulama
Sejumlah ulama menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi pada malam Lailatul Qadar.
Imam Nawawi menerangkan bahwa para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun hingga menjelang fajar. Kehadiran mereka membawa suasana malam yang sangat hening, damai, dan penuh keberkahan.
Ketika fajar tiba, para malaikat kembali ke langit. Proses tersebut membuat cahaya matahari terlihat lebih lembut dan tidak menyilaukan.
Penjelasan serupa juga tercantum dalam beberapa kitab ulama, seperti Tafsir Durrul Mantsur karya Jalaluddin As-Suyuthi, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, serta Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi.
Perbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir
Meski hadis menyebut beberapa tanda Lailatul Qadar, para ulama menegaskan bahwa umat Islam tidak perlu hanya menunggu tanda tersebut.
Yang lebih utama yaitu memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampunan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk dibaca saat berharap bertemu Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Dengan memperbanyak doa dan ibadah, umat Islam memiliki peluang besar meraih keberkahan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. **















