Sekolah Garuda Dorong Potensi Siswa Lewat Kurikulum Spesifik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Garuda Dorong Potensi Siswa Lewat Kurikulum Spesifik (Foto: ANTARA/Pamela Sakina/pri.)

Sekolah Garuda Dorong Potensi Siswa Lewat Kurikulum Spesifik (Foto: ANTARA/Pamela Sakina/pri.)

Britainaja – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Sekolah Garuda memiliki peran penting dalam memaksimalkan potensi siswa melalui kurikulum yang terarah sesuai minat dan bakat.
Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Garuda di SMAN Siwalima Ambon, Maluku, Rabu (8/10/2025).

Menurut Meutya, pendidikan modern harus menyesuaikan dengan minat individu agar siswa bisa berkembang lebih optimal.
“Kami ingin, dengan pembenahan kurikulum, penambahan guru, dan peningkatan fasilitas, anak-anak dapat mengoptimalkan potensi mereka secara maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran di Sekolah Garuda dirancang untuk menggali kemampuan siswa sejak dini.
Pendekatan ini, menurutnya, lebih efektif dibandingkan sistem lama yang mengharuskan siswa mempelajari semua bidang tanpa fokus pada bakat tertentu.

“Pendidikan modern harus transformatif. Anak-anak perlu di arahkan untuk memilih bidang yang mereka minati agar bisa berkembang lebih cepat dan mendalam,” kata Meutya.

Kurikulum Sekolah Garuda juga menitikberatkan pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan global serta visi pemerintah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital nasional.

Baca Juga :  IndiHome FTTR: Solusi Internet Cepat dan Stabil di Seluruh Ruangan Rumah Anda

Dalam kunjungannya, Meutya menyoroti data Human Capital Index (HCI) yang menunjukkan bahwa potensi siswa di Indonesia baru di manfaatkan sekitar 54 persen dari kapasitas penuh.
Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar sekaligus peluang untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

“Kita punya potensi luar biasa, tapi baru separuh yang tergali. Sekolah Garuda hadir untuk memastikan peluang 100 persen itu benar-benar bisa tercapai,” tambahnya.

Melalui kurikulum spesifik dan pelatihan berbasis teknologi, pemerintah berharap lulusan Sekolah Garuda dapat berkontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.

Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang di inisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini di perkenalkan secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia, terdiri dari 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru.

Sekolah Garuda Transformasi merupakan sekolah yang sudah ada dan di tingkatkan kualitasnya, sedangkan Sekolah Garuda Baru di bangun dari nol dengan konsep berasrama dan berfasilitas modern.

Para lulusan Sekolah Garuda di persiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  BRIN dan UKM Selidiki Watermark untuk Ungkap Rahasia Manuskrip Nusantara

Sekolah ini di lengkapi fasilitas lengkap seperti laboratorium sains, pusat inovasi digital, dan ruang pengembangan minat serta bakat.

Selain menjadi wadah peningkatan kualitas SDM, Sekolah Garuda juga di harapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Visi kami jelas, membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing tinggi di tingkat global,” tutur Meutya.

Pemerintah pusat bersama daerah kini juga mengkaji peluang kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan Sekolah Garuda ke berbagai wilayah.
Fokusnya adalah membuka akses pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Meutya menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
“Kolaborasi antara masyarakat, dunia industri, dan lembaga pendidikan tinggi menjadi kunci agar transformasi pendidikan ini benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan kurikulum yang adaptif dan inovatif, Sekolah Garuda di harapkan menjadi model pendidikan baru yang mampu melahirkan generasi unggul, siap menghadapi tantangan global, dan memperkuat masa depan Indonesia. (Tim)

Berita Terkait

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako
Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek
Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen
Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id
AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan
Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026
Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Pemerintah Tetapkan Lebaran 21 Maret 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:00 WIB

Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB