Rupiah Tembus Rp 17.300: Sinyal Bahaya atau Koreksi Biasa?

Rekor Terlemah Sepanjang Masa: Mengapa Rupiah Tembus Rp 17.300

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP)

ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP)

Britainaja – Pasar keuangan domestik kini berada dalam pengawasan ketat setelah nilai tukar Rupiah menunjukkan volatilitas yang cukup ekstrem.

Meski pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026) Rupiah berhasil menguat 0,33% ke level Rp 17.229, namun bayang-bayang tekanan masih menghantui sepanjang pekan.

Sebelumnya, mata uang Garuda sempat mencetak rekor terlemah sepanjang masa (All Time High) pada Kamis lalu dengan menyentuh angka Rp 17.310 per dolar AS.

Pasar Keuangan Mulai Merasakan “Stres”

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai pelemahan ini bukan lagi sekadar fluktuasi harian. Menurutnya, angka tersebut merupakan sinyal stres di pasar yang berdampak langsung pada berbagai sektor:

  • Pasar Obligasi: Investor asing kini menuntut premi risiko yang lebih tinggi. Hal ini memicu kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) dan menekan harga obligasi.

  • Pasar Saham: Emiten yang bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang valas kini berada dalam posisi sulit.

  • Likuiditas: Ada risiko pengetatan likuiditas karena investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset dolar AS sebagai lindung nilai.

“Pasar keuangan tidak lagi menghadapi koreksi biasa, melainkan fase penyesuaian valuasi yang jauh lebih berat,” ungkap Syafruddin.

Penyebab Utama: Konflik Global dan Faktor Internal

Mengapa Rupiah tertekan begitu dalam? Syafruddin menyoroti dua faktor utama yang saling berkaitan:

  1. Ketegangan di Selat Hormuz: Konflik geopolitik ini mengganggu pasokan energi global dan melambungkan harga minyak. Kondisi ini memperkuat posisi dolar AS sebagai aset penyelamat (safe haven).

  2. Kondisi Domestik: Rupiah ternyata melemah lebih dalam ketimbang mata uang regional seperti Ringgit Malaysia atau Baht Thailand. Hal ini mengindikasikan bahwa investor sedang menyoroti kredibilitas kebijakan fiskal dan kebutuhan pembiayaan di dalam negeri.

Baca Juga :  Klaim Sekarang! 28 Kode Redeem FC Mobile 28 Oktober 2025, Dapatkan Pemain Top Gratis

Langkah Penyelamatan dari Otoritas Moneter

Bank Indonesia (BI) tetap memiliki ruang untuk meredam guncangan ini. Intervensi terukur di pasar valuta asing dan obligasi menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas. Namun, langkah BI akan jauh lebih efektif jika pemerintah juga menunjukkan disiplin fiskal yang kuat serta komunikasi kebijakan yang transparan.

Baca Juga :  Benarkah Es Gabus Berbahaya? Menguak Fakta Ilmiah di Balik Tekstur Sponsnya

Syafruddin mengingatkan bahwa tren pelemahan ini masih mungkin berlanjut. Fokus utama pemerintah dan otoritas moneter saat ini bukan sekadar menebak angka terendah, melainkan menjaga agar depresiasi ini tidak berubah menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas. (Tim)

Berita Terkait

Palembang Jadi Tuan Rumah Pembuka Apresiasi Pemda Terbaik Se-Sumatera 2026
Harga Minyak Dunia Meledak 3%, Pasokan Global Terancam Macet
Curhat Pilu Yulia Baltschun: Suami Akui Selingkuh Lagi
Update Harga BBM Hari Ini: Pertalite Stabil, Pertamax Turbo dan Dex Naik Tajam
PUBG Mobile Redeem Code 18 Maret 2026: Klaim UC, Skin, dan Hadiah Eksklusif
Kolaborasi NIKKE x Evangelion Jilid 2 Siap Gebrak Februari 2026, Ada Skin Gratis!
Benarkah Es Gabus Berbahaya? Menguak Fakta Ilmiah di Balik Tekstur Sponsnya
Xiaomi Boyong Redmi Note 15 Series ke Indonesia, Ponsel “Titan” yang Tahan Banting
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:00 WIB

Palembang Jadi Tuan Rumah Pembuka Apresiasi Pemda Terbaik Se-Sumatera 2026

Rabu, 22 April 2026 - 13:00 WIB

Harga Minyak Dunia Meledak 3%, Pasokan Global Terancam Macet

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Curhat Pilu Yulia Baltschun: Suami Akui Selingkuh Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 14:00 WIB

Update Harga BBM Hari Ini: Pertalite Stabil, Pertamax Turbo dan Dex Naik Tajam

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:00 WIB

PUBG Mobile Redeem Code 18 Maret 2026: Klaim UC, Skin, dan Hadiah Eksklusif

Berita Terbaru