Perjalanan Sunyi Warga Gaza, Menapaki Kilometer Demi Bertahan Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan Sunyi Warga Gaza, Menapaki Kilometer Demi Bertahan Hidup

Perjalanan Sunyi Warga Gaza, Menapaki Kilometer Demi Bertahan Hidup

Britainaja – Di sepanjang jalur pantai yang rusak dan penuh puing reruntuhan, ratusan warga Gaza tampak berjalan tanpa suara, membawa karung kosong, jerigen air, atau sekadar harapan. Langkah mereka menuju bagian selatan Gaza bukan sekadar perjalanan biasa, ini soal bertahan hidup di tengah sisa-sisa kehancuran akibat perang.

Sejak Israel menerapkan blokade total pada awal Maret lalu, wilayah utara Gaza berubah menjadi zona krisis kelaparan. Persediaan makanan terputus, akses air bersih lenyap, dan harapan akan hidup layak nyaris sirna. Warga yang masih bertahan di utara terpaksa berjalan kaki sejauh 15 hingga 20 kilometer menuju selatan, berharap menemukan tempat distribusi bantuan atau kamp pengungsian.

“Saya sadar, mungkin saya tidak akan kembali,” kata Majeed Dabbour, pria berusia 42 tahun asal Beit Lahia, Gaza Utara. “Tapi saya tidak punya pilihan. Anak-anak saya belum makan selama dua minggu.”

Baca Juga :  Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Kesatria oleh Raja Charles III

Majeed dan banyak warga lain menempuh satu-satunya rute yang masih memungkinkan dilewati: Jalan Al Rasheed yang membentang di sepanjang garis pantai. Meski jalur ini relatif terbuka, jalan tersebut berbahaya, kendaraan bermotor sering menjadi target serangan, dan pantauan drone terus membayangi.

Banyak yang memilih berjalan kaki atau menggunakan alat transportasi sederhana seperti sepeda tua, gerobak kayu, atau becak bermotor. Bahkan beberapa membawa kereta kuda. Di tengah kehancuran, kolaborasi manusia dan hewan menjadi gambaran pilu tentang hidup yang terus diperjuangkan.

“Saya melihat dua orang roboh di jalan karena terkena pecahan peluru. Tak ada yang berani menolong. Semua takut. Kami hanya bisa terus berjalan,” ucap seorang pengungsi yang meminta namanya tidak disebutkan.

Namun perjuangan tidak berhenti saat mereka tiba di selatan. Persediaan makanan terbatas, dan tak semua pos bantuan masih beroperasi. Ada yang kembali dengan tangan hampa, ada yang terlibat perebutan bantuan, dan ada pula yang tak pernah kembali.

Baca Juga :  Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Moskow Usai Serangan Udara

Lembaga kemanusiaan internasional menyebut situasi ini sebagai salah satu krisis terburuk. Anak-anak mengalami malnutrisi parah, ibu-ibu terpaksa memasak dedaunan atau kulit buah untuk mengganjal perut. Warga terpaksa berteduh di reruntuhan bangunan demi berlindung dari dinginnya malam.

Sayangnya, penderitaan ini kerap tertutup oleh hiruk-pikuk politik global yang tak berpihak pada kemanusiaan.

Namun satu hal yang tetap menyala di tengah kegelapan: ketabahan warga Gaza. Mereka tetap melangkah meski tubuh melemah, tetap berjuang walau pilihan makin sempit.

“Saya tidak tahu apakah besok saya masih bernapas,” ujar Majeed sembari menatap horison. “Tapi saya tahu, saya tidak akan diam saja.” (Tim)

Berita Terkait

F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai
FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS
Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2
Big Match Panas! Ini Jadwal Perempat Final Liga Champions 2025/2026
Live di Indosiar & SCTV! Ini Jadwal FIFA Series 2026
Trump Terjebak Kebuntuan di Perang Iran, Tekanan Domestik Meningkat
Trump Tegaskan AS Bisa Amankan Selat Hormuz Tanpa Sekutu
Vietnam Lolos Piala Asia 2027 Usai Malaysia Kena Sanksi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:00 WIB

F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:00 WIB

Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:00 WIB

Big Match Panas! Ini Jadwal Perempat Final Liga Champions 2025/2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:00 WIB

Live di Indosiar & SCTV! Ini Jadwal FIFA Series 2026

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB