Pakar IPB Ingatkan Risiko Penggunaan ChatGPT pada Anak SD

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang anak sedang belajar bersama ibunya (Foto: Pixabay)

Ilustrasi seorang anak sedang belajar bersama ibunya (Foto: Pixabay)

Britainaja – Meningkatnya penggunaan ChatGPT oleh siswa sekolah dasar memicu perhatian kalangan akademisi. Guru Besar IPB University, Yeni Herdiyeni, mengingatkan bahwa teknologi kecerdasan buatan ini dapat berdampak pada perkembangan berpikir anak jika tidak di gunakan dengan pendampingan dan kontrol yang tepat.

Platform berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT kini semakin populer di kalangan pelajar, termasuk anak-anak usia sekolah dasar. Banyak yang memanfaatkannya untuk menjawab pertanyaan, membantu mengerjakan tugas, hingga mencari pengetahuan baru. Meski membawa kemudahan, penggunaan tanpa batas dapat menimbulkan risiko bagi perkembangan kognitif anak.

Guru Besar Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University, Yeni Herdiyeni, menegaskan bahwa ChatGPT memiliki sisi positif sekaligus negatif. Menurutnya, penggunaan AI pada anak-anak harus melalui kontrol ketat dari pendidik maupun orang tua agar tidak menimbulkan ketergantungan.

“Teknologi ini memang membantu kita memahami dan mengakses pengetahuan secara cepat. Namun, ketika anak menggunakannya secara instan tanpa menganalisis, kemampuan otaknya tidak terlatih,” ujar Yeni dalam program IPB Pedia melalui keterangan tertulis, Kamis (6/11/2025).

Yeni yang juga Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB University menjelaskan bahwa informasi yang dihasilkan ChatGPT sangat praktis dan cepat dimengerti. Namun cara belajar yang sepenuhnya bergantung pada AI bisa melemahkan daya ingat dan kemampuan berpikir kritis anak.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca 18 November 2025: Mayoritas Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan

Ia menjelaskan bahwa proses belajar idealnya menstimulasi otak untuk menalar, mengingat, dan memecahkan masalah. Jika seluruh proses tersebut di gantikan dengan meminta jawaban instan dari AI, perkembangan kognitif anak dapat terhambat.

“Ketika anak langsung mencari jawaban lewat ChatGPT, hasilnya mungkin didapat dalam hitungan detik. Tapi setelah itu cepat di lupakan, karena otaknya tidak dilatih untuk memproses informasi tersebut,” jelasnya.

Yeni menilai teknologi ini lebih tepat di gunakan oleh orang dewasa yang sudah mampu menilai validitas informasi. Karena itu, penggunaan ChatGPT di tingkat sekolah dasar perlu berada di bawah pengawasan. Ia menekankan bahwa anak-anak masih memerlukan rangsangan motorik dan kognitif untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Selain itu, Yeni mengingatkan bahwa sistem seperti ChatGPT bekerja berdasarkan pola data dan algoritma, yang tetap memiliki keterbatasan. Ada kemungkinan jawaban yang di berikan mengandung bias atau tidak sepenuhnya sesuai konteks.

“Tidak semua jawaban ChatGPT benar. Masih ada potensi kesalahan dan halusinasi data yang perlu di sadari pengguna,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiket Konser Laufey Jakarta Laris Manis? Ini Profil Musisi Peraih Grammy yang Viral di TikTok

Ia juga menyoroti kebijakan pengajaran kecerdasan buatan sejak dini. Pemerintah, menurutnya, perlu mengutamakan pendidikan computational thinking, yakni keterampilan berpikir logis untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar mengajarkan coding sebagai keterampilan teknis.

Yeni mengingatkan guru dan orang tua untuk terus melibatkan diri dalam proses belajar anak. ChatGPT dapat di gunakan sebagai alat bantu, namun bukan pengganti interaksi, diskusi, dan latihan berpikir secara mandiri.

“Anak tetap harus di bimbing untuk mencari jawaban sendiri. ChatGPT bisa mendukung, tetapi jangan sampai mengambil alih proses belajar,” tuturnya.

Penempatan manusia sebagai pusat dalam pemanfaatan teknologi, lanjutnya, menjadi hal utama agar AI mampu berfungsi sebagai alat edukasi yang bermanfaat.

“Dengan bimbingan yang tepat, ChatGPT bisa menjadi teman belajar yang positif, bukan jebakan digital,” kata Yeni.

Pakar menegaskan bahwa pendampingan orang tua dan guru memiliki peran vital dalam pemanfaatan teknologi di era digital. Penggunaan AI secara bijak di nilai dapat membantu membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan beretika. (Tim)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako
iPhone 18 Diprediksi Jadi Revolusi Apple: Spesifikasi, dan Harga
Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek
Kode Redeem Genshin Impact 21 Maret 2026, Klaim Primogem Gratis Spesial Lebaran
Kode Redeem ML 21 Maret 2026: Klaim Hadiah Gratis Hari Ini
Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026: Hadiah Lebaran Gratis, Buruan Klaim
Ini Kode Redeem FF Spesial Lebaran 21 Maret 2026 Masih Aktif
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:00 WIB

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:00 WIB

iPhone 18 Diprediksi Jadi Revolusi Apple: Spesifikasi, dan Harga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Kode Redeem Genshin Impact 21 Maret 2026, Klaim Primogem Gratis Spesial Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:30 WIB

Kode Redeem ML 21 Maret 2026: Klaim Hadiah Gratis Hari Ini

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB