Gedung Putih Perketat Akses Jurnalis ke Ruang Jubir Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.  (Foto: Mandel Ngan/AFP)

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt. (Foto: Mandel Ngan/AFP)

BritainajaGedung Putih menerbitkan aturan baru yang membatasi akses jurnalis ke kantor juru bicara Karoline Leavitt dan beberapa pejabat senior di West Wing. Kebijakan ini di nilai pemerintah diperlukan untuk melindungi dokumen komunikasi yang di anggap sensitif.

Pemerintah Amerika Serikat memperketat akses media ke salah satu ruang yang biasa di gunakan jurnalis untuk berkomunikasi dengan pejabat Gedung Putih. Langkah ini tertuang dalam memorandum baru yang dikeluarkan Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan mulai berlaku dalam waktu dekat.

Dalam dokumen yang di kutip Reuters pada Kamis (6/11), NSC menetapkan bahwa jurnalis tidak lagi di perbolehkan masuk ke Room 140, atau yang di kenal dengan sebutan Upper Press, tanpa penjadwalan sebelumnya. Ruang tersebut terletak tak jauh dari Oval Office, dan selama ini menjadi area kerja bagi juru bicara Gedung Putih seperti Karoline Leavitt serta pejabat komunikasi tingkat tinggi lainnya.

Pemerintah beralasan bahwa perubahan ini di perlukan karena pejabat komunikasi kini menangani lebih banyak dokumen dan informasi yang di kategorikan sensitif, seiring dengan restrukturisasi internal Dewan Keamanan Nasional. Untuk itu, pembatasan akses dianggap sebagai langkah pencegahan kebocoran informasi.

Baca Juga :  5 Alasan Samsung Galaxy S25 FE Lebih Unggul dari S24 FE, Layak Upgrade?

“Untuk menjaga keamanan materi sensitif dan memastikan koordinasi antara staf Dewan Keamanan Nasional dan staf komunikasi Gedung Putih, anggota pers kini di wajibkan membuat janji terlebih dahulu sebelum memasuki Room 140,” tulis bagian isi memorandum tersebut.

Kebijakan ini menambah daftar aturan akses yang di perketat oleh pemerintahan saat ini. Sebelumnya, Pentagon juga memberlakukan pembatasan terhadap jurnalis yang biasa bertugas di kompleks tersebut. Langkah itu menyebabkan sejumlah reporter harus mengosongkan ruang kerja dan mengembalikan kartu identifikasi peliputan.

Sinyal tegas mengenai alasan pembatasan juga di sampaikan oleh Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung. Melalui unggahan di platform X, ia mengungkapkan bahwa beberapa jurnalis kedapatan merekam gambar, video, dan audio dari ruang kerja pemerintah tanpa izin. Cheung bahkan menuduh sebagian reporter masuk ke area yang tidak di perbolehkan atau mencoba mendengarkan rapat tertutup.

“Kami pernah mendapati pejabat kabinet datang untuk rapat rutin, tetapi justru ditemui reporter yang menunggu di luar pintu tanpa pemberitahuan,” tulis Cheung.

Meski begitu, jurnalis masih memiliki akses ke beberapa bagian kompleks Gedung Putih lainnya, termasuk area tempat para juru bicara level staf bekerja. Namun kelompok jurnalis menilai pembatasan tersebut tetap menghambat tugas mereka untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS

Asosiasi Koresponden Gedung Putih (WHCA) menyatakan penolakan terhadap kebijakan ini. Ketuanya, Weijia Jiang, menilai pembatasan akses dapat melemahkan fungsi pers sebagai pengawas kekuasaan. “Kami menentang segala upaya membatasi jurnalis dari ruang yang secara historis terbuka bagi peliputan, termasuk kantor juru bicara,” ujarnya.

Pembatasan akses jurnalis sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Pada 1993, pemerintahan Presiden Bill Clinton sempat mengumumkan langkah serupa, tetapi kemudian mencabutnya setelah mendapatkan kritik luas. Sementara itu, pemerintahan Donald Trump beberapa waktu lalu juga mengeluarkan kebijakan yang menghapus Reuters, Associated Press, dan Bloomberg News dari pool jurnalis tetap peliput Gedung Putih.

Perubahan aturan akses tersebut menegaskan kembali tarik-menarik antara kebutuhan keamanan informasi pemerintah dan tuntutan transparansi publik. Bagaimana kebijakan baru ini di terapkan ke depan di nilai akan berdampak pada dinamika hubungan antara Gedung Putih dan media. (Tim)

Berita Terkait

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS
Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS
Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani
Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan
Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga
NASA Ungkap Titik Terpanas di Bumi Bukan di Libya, Suhunya Capai 70,7°C
PBB Loloskan Lima Resolusi Krusial Dukung Palestina di Tengah Agresi
Tabrakan Maut Bus Umrah di Saudi: 45 Jemaah India Meninggal, Satu Korban Selamat Dekat Sopir
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:00 WIB

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:39 WIB

Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:11 WIB

Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:00 WIB

Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga

Berita Terbaru

Begini Cara Reset Algoritma TikTok Agar FYP Kembali Segar (Foto: pixabay)

Tips & Trik

Begini Cara Reset Algoritma TikTok Agar FYP Kembali Segar

Rabu, 4 Feb 2026 - 18:33 WIB