Britainaja – Memasuki bulan Rajab 1446 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai mempersiapkan berbagai amalan ibadah, salah satunya adalah puasa. Namun, sering kali muncul pertanyaan mengenai berapa hari durasi yang tepat serta apa hukum yang mendasarinya. Apakah ada anjuran khusus untuk berpuasa di bulan ini?
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan penjelasan mendalam terkait hal ini. Pemahaman yang benar sangat penting agar ibadah yang di jalankan sesuai dengan tuntunan agama dan tidak terjebak pada keyakinan yang kurang berdasar.
Benarkah Ada Anjuran Khusus Puasa Rajab?
Berdasarkan keterangan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 terbitan Majelis Tarjih Muhammadiyah, secara spesifik tidak di temukan dalil sahih yang menetapkan puasa Rajab sebagai ibadah khusus dengan ganjaran pahala tertentu. Meski Rajab menyandang status sebagai asyhurul hurum (bulan yang di muliakan), status tersebut tidak otomatis menjadikannya waktu yang di anjurkan untuk puasa khusus.
Umat Islam memang di sarankan memperbanyak amal saleh di bulan-bulan haram seperti Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Namun, keyakinan bahwa ada puasa “tiga hari spesial Rajab” tidak memiliki landasan hukum yang kuat dalam syariat.
Utamakan Puasa Ayyamul Bidh
Ketimbang mengkhususkan puasa pada tanggal tertentu yang tidak memiliki dasar, para ulama lebih menganjurkan umat Islam untuk menjaga rutinitas puasa sunah Ayyamul Bidh. Puasa ini di laksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.
Anjuran ini merujuk pada hadis riwayat An-Nasa’i, di mana Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Beliau menjelaskan bahwa pahala tiga hari puasa tersebut setara dengan berpuasa setahun penuh. Mengapa demikian? Berdasarkan QS. Al-An’am ayat 160, setiap satu kebaikan di lipatgandakan sepuluh kali. Jadi, 3 hari puasa sama dengan pahala 30 hari (satu bulan).
Jadwal Puasa Rajab dan Estimasi Awal Bulan
Penentuan awal Rajab 2025 bergantung pada metode yang di gunakan oleh masing-masing organisasi keagamaan. Berdasarkan Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT), 1 Rajab 1447 Hijriah di perkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.
Perlu di garisbawahi bahwa tidak ada kewajiban untuk memulai puasa tepat pada tanggal 1 Rajab. Masyarakat bebas memilih hari untuk menjalankan puasa sunah biasa (Senin-Kamis) atau memprioritaskan Ayyamul Bidh di pertengahan bulan nanti.
Hukum Puasa Satu Hari di Bulan Rajab
Jika Anda berniat menjalankan puasa sunah satu hari di bulan Rajab, hal tersebut diperbolehkan selama diniatkan sebagai puasa sunah mutlak atau puasa sunah rutin lainnya. Hindari meniatkannya sebagai “puasa khusus Rajab” yang dianggap memiliki keistimewaan tersendiri di luar puasa sunah lainnya.
Kesimpulannya, bulan Rajab adalah momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Keistimewaannya terletak pada kemuliaan bulannya, bukan pada jenis puasanya. Umat Islam diajak untuk tetap konsisten menjalankan puasa sunah sesuai jadwal yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. (Tim)













