Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? Ini Faktanya

Mitos Menikah di Bulan Syawal yang Masih Dipercaya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? (Foto: Gemini AI)

Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? (Foto: Gemini AI)

Britainaja – Banyak calon pengantin masih ragu untuk menikah di bulan Syawal karena mitos lama yang mengaitkannya dengan kesialan. Padahal, anggapan itu tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Sejarah justru mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah RA di bulan Syawal. Beliau melakukan hal tersebut untuk mematahkan kepercayaan jahiliyah yang menganggap bulan ini membawa nasib buruk.

Dalam Islam, tidak ada hari atau bulan yang membawa sial. Semua waktu memiliki nilai yang sama dan bergantung pada niat serta amal manusia.

Fakta Penting tentang Menikah di Bulan Syawal

1. Tidak Ada Larangan Menikah

Ulama sepakat: Islam tidak melarang pernikahan di bulan Syawal. Bahkan, pernikahan tetap sah dan baik dilakukan kapan saja.

Baca Juga :  Puasa Syawal: 6 Hari, Waktu Tepat & Keutamaannya

2. Dicontohkan Rasulullah SAW

Hadis riwayat Muslim dan Tirmidzi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikah dan mulai berumah tangga dengan Aisyah RA di bulan Syawal. Aisyah bahkan menganjurkan keluarganya menikah di bulan ini.

3. Mitos Berasal dari Zaman Jahiliyah

Masyarakat Arab dulu menganggap Syawal sebagai bulan sial karena makna katanya dikaitkan dengan “hilang” atau “lenyap”. Islam datang untuk menghapus keyakinan tersebut.

Pandangan Ulama

Pendapat 1: Dianjurkan (Sunnah)

Sebagian ulama seperti Imam Nawawi menilai menikah di bulan Syawal memiliki keutamaan karena mengikuti praktik Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Ini Doa Puasa Syawal Lengkap, Keutamaan & Tata Caranya

Pendapat 2: Tidak Khusus Sunnah

Ulama lain menilai hadis tersebut hanya bertujuan menghapus mitos, bukan menetapkan anjuran khusus.

Hikmah Menikah di Bulan Syawal

  • Menghapus kepercayaan tentang hari sial
  • Melanjutkan semangat ibadah setelah Ramadan
  • Meneladani Rasulullah SAW
  • Menanamkan sikap positif terhadap waktu

Menikah di bulan Syawal bukan hanya boleh, tetapi juga memiliki nilai positif dalam Islam. Mitos kesialan tidak memiliki dasar dan sebaiknya ditinggalkan. Fokus utama dalam pernikahan tetap pada kesiapan, niat, dan komitmen pasangan. (Tim)

Berita Terkait

Makna Saling Memaafkan Saat Lebaran yang Perlu Dipahami
Amalan Sunnah Setelah Ramadan yang Wajib Dijaga
Cara Menjaga Shalat Tepat Waktu Setelah Ramadhan
Usai Lebaran, Hindari 8 Kesalahan Ini agar Ibadah Tetap Terjaga
Keutamaan Puasa Syawal: 12 Alasan Penting Setelah Idul Fitri
Tips Praktis Agar Tetap Rajin Mengaji Setelah Ramadhan
Cara Konsisten Agar Selalu Dekat dengan Allah Setelah Ramadhan
Bacaan Takbiran Idulfitri 2026 Lengkap: Arab, Latin, Arti & Waktu Pelaksanaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:00 WIB

Makna Saling Memaafkan Saat Lebaran yang Perlu Dipahami

Kamis, 26 Maret 2026 - 04:00 WIB

Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? Ini Faktanya

Rabu, 25 Maret 2026 - 05:00 WIB

Amalan Sunnah Setelah Ramadan yang Wajib Dijaga

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:00 WIB

Cara Menjaga Shalat Tepat Waktu Setelah Ramadhan

Selasa, 24 Maret 2026 - 05:00 WIB

Usai Lebaran, Hindari 8 Kesalahan Ini agar Ibadah Tetap Terjaga

Berita Terbaru

Makna saling memaafkan setelah lebaran. [Foto: Gemini]

Khasanah

Makna Saling Memaafkan Saat Lebaran yang Perlu Dipahami

Kamis, 26 Mar 2026 - 05:00 WIB

Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? (Foto: Gemini AI)

Khasanah

Menikah di Bulan Syawal: Mitos atau Sunnah? Ini Faktanya

Kamis, 26 Mar 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi Sejumlah wajib pajak mengantre untuk melaporkan SPT tahunan di KP2KP Manggar, Belitung Timur, Selasa (6/2/2024). ist

Nasional

Purbaya Perpanjang Pelaporan SPT 2026 hingga 30 April

Rabu, 25 Mar 2026 - 22:00 WIB